Teheran, Purna Warta – Ketua Parlemen, Mohammad Baqer Qalibaf, telah menyerukan kepada rakyat Iran untuk menjaga persatuan nasional mereka, dengan mengatakan bahwa hal itu mencegah musuh melancarkan tindakan agresi lainnya terhadap negara tersebut.
Baca juga: IRGC Nyatakan Siap Memulai Kembali Perang Melawan Agresor
Qalibaf menyampaikan pernyataan tersebut dalam sidang parlemen terbuka pada hari Minggu, di tengah serangan Israel-AS baru-baru ini terhadap Republik Islam Iran yang memperkuat rasa identitas nasional bersama di antara rakyat Iran meskipun terdapat perbedaan kecenderungan politik.
“Musuh menderita pukulan telak dari rakyat Iran selama perang 12 hari yang dipaksakan. Faktor terbesar yang mencegah musuh melakukan intervensi lainnya terhadap Iran tercinta kita adalah persatuan nasional yang disaksikan dunia,” ujarnya.
“Tidak diragukan lagi, tugas terbesar setiap warga Iran adalah menjaga persatuan ini, yang prasyaratnya adalah mengakui Pemimpin Revolusi Islam [Ayatollah Sayyid Ali Khamenei] sebagai otoritas yang menentukan dan sumber dukungan yang meyakinkan.”
Ia juga mencatat bahwa musuh menderita kekalahan terbesarnya di tangan bangsa Iran dan telah ditampar mukanya selama agresi bulan lalu.
Ia menambahkan bahwa strategi untuk semakin kuat di berbagai bidang memaksa musuh untuk menanggapi tuntutan sah rakyat Iran, alih-alih mengejar perdamaian atau perang yang dipaksakan.
Pada 13 Juni, Israel melancarkan agresi yang terang-terangan dan tanpa provokasi terhadap Iran, menewaskan banyak komandan militer berpangkat tinggi, ilmuwan nuklir, dan warga sipil biasa.
Lebih dari seminggu kemudian, Amerika Serikat juga memasuki perang dengan mengebom tiga lokasi nuklir Iran, sebuah pelanggaran berat terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, hukum internasional, dan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).
Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Iran menargetkan lokasi-lokasi strategis di wilayah pendudukan serta pangkalan udara al-Udeid di Qatar, pangkalan militer Amerika terbesar di Asia Barat.
Pada 24 Juni, Iran, melalui operasi balasannya yang sukses terhadap rezim Israel dan AS, berhasil menghentikan serangan ilegal tersebut.
Baca juga: Menlu Iran Kecam Serangan Israel dan AS sebagai Pukulan bagi Diplomasi
‘Israel berusaha menghancurkan negara-negara Muslim’
Mengacu pada serangan brutal Israel di Damaskus, Qalibaf mengatakan rezim tersebut berusaha untuk mengacaukan, melucuti senjata, dan menghancurkan negara-negara Muslim untuk memperluas wilayah pendudukannya sendiri.
Teheran selalu mendukung rakyat Suriah dan membela persatuan dan integritas wilayah negara Arab tersebut, tegasnya.
“Rezim Zionis adalah musuh segala bentuk perdamaian, stabilitas, kedaulatan, dan integritas teritorial di seluruh kawasan, dan satu-satunya bahasa yang dipahaminya adalah bahasa kekerasan.”
Dalam sambutannya, Ketua Parlemen Iran juga memuji keputusan terbaru The Hague Group untuk memberlakukan embargo senjata terhadap Israel.
Ia mengatakan langkah “berani” tersebut dapat menjadi model praktis untuk secara efektif menghadapi entitas perampas tersebut.


