Teheran, Purna Warta – Kementerian Luar Negeri Iran menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Kamal Kharrazi, kepala Dewan Strategis Hubungan Luar Negeri, yang wafat pada 10 April setelah menderita luka-luka akibat serangan militer AS-Israel di Teheran.
Kharrazi menjadi sasaran serangan yang disengaja selama agresi militer AS-Israel terhadap Iran.
Pada 1 April, selama pemboman di Teheran, kediaman Kharrazi dihantam oleh pesawat Amerika-Israel, yang mengakibatkan istrinya meninggal dunia.
Kharrazi juga meninggal dunia akibat luka-lukanya dan dinyatakan gugur sebagai martir pada hari Jumat.
Berikut ini adalah teks pernyataan Kementerian Luar Negeri:
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin jiwa dan harta benda mereka [sebagai imbalan] bahwa mereka akan mendapat surga.” (Surah At-Tawbah, 9:111)
Kementerian Luar Negeri menyampaikan belasungkawa dan ucapan selamat kepada Pemimpin Tertinggi, keluarga Syahid Kharrazi yang terhormat, dan komunitas diplomatik dan akademis Iran atas gugurnya Dr. Seyed Kamal Kharrazi, kepala Dewan Strategis Hubungan Luar Negeri dan mantan Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran.
Kementerian Luar Negeri, dengan sekeras-kerasnya, mengutuk pembunuhan keji terhadap Syahid Kharrazi pada tanggal 1 April 2026, menyusul agresi militer Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Iran, yang mengakibatkan gugurnya istrinya yang setia, luka-luka, dan akhirnya gugurnya tokoh terkemuka di bidang ilmu pengetahuan dan budaya serta tokoh berpengalaman di bidang kebijakan luar negeri tersebut.
Pembunuhan pengecut dan kriminal terhadap Syahid Kharrazi, sebagai kelanjutan dari aksi terorisme dan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional oleh rezim Israel, sekali lagi menunjukkan sifat kriminal dan permusuhan mendasar rezim yang gemar berperang ini terhadap perdamaian dan diplomasi, serta ketakutannya terhadap logika dialog dan keterlibatan konstruktif di arena internasional.
Sambil memperingati kenangan para syahid yang mulia, Dr. Seyed Kamal Kharrazi dan Dr. Hossein Amirabdollahian, dan semua syahid di jalan martabat dan kehormatan Iran, Kementerian Luar Negeri menekankan komitmen dan janjinya untuk melanjutkan jalan yang membanggakan para syahid ini dalam menjaga keamanan dan kepentingan nasional Iran.


