Al-Quds, Purna Warta – Rezim Zionis yang dalam beberapa hari terakhir meningkatkan intensitas serangannya di Lebanon, hingga kini telah menumpahkan darah ribuan warga sipil tak bersalah dan jumlah korban sipil terus meningkat dari hari ke hari.
Rezim tersebut, melalui perencanaan sebelumnya dan secara sangat terarah, secara langsung menargetkan rumah-rumah warga serta penduduk sipil yang berada di dalamnya. Tujuan nyata dari taktik brutal ini adalah untuk menimbulkan korban manusia sebanyak mungkin di kalangan rakyat Lebanon.
Selain itu, dalam tindakan yang sepenuhnya bersifat kriminal dan merupakan contoh nyata kejahatan terhadap kemanusiaan—di tengah sikap diam masyarakat internasional terhadap tragedi ini—rezim tersebut melakukan penghancuran massal rumah-rumah penduduk di berbagai wilayah selatan Lebanon.
Tujuan akhir dari tindakan destruktif ini adalah mengubah seluruh wilayah tersebut menjadi tanah hangus, hancur, dan pada akhirnya tidak layak huni bagi penduduk aslinya.
Dalam perkembangan lapangan terbaru, koresponden Al Jazeera melaporkan terjadinya dua serangan udara terpisah oleh militer Israel terhadap kota Jwaya dan Al-Babliyeh, yang keduanya terletak di selatan Lebanon.
Dalam kelanjutan serangan luas tersebut, Israel juga melancarkan serangan udara langsung ke kota Tebnine di wilayah Bint Jbeil, selatan Lebanon, yang menyebabkan kerusakan dan korban jiwa.
Di sisi lain, koresponden juga melaporkan serangan terhadap kota Debbine di wilayah Marjayoun.
Sementara itu, koresponden Al Mayadeen di selatan Lebanon melaporkan bahwa lima orang tewas dalam serangan militer Israel terhadap kota Taffahata di wilayah Sidon.


