Teheran, Purna Warta – Kantor Berita Republik Islam Iran (IRNA) dan Yayasan Iranologi telah menandatangani nota kesepahaman untuk meningkatkan kerja sama media dan memperkuat kolaborasi dalam mempromosikan dimensi sosial-budaya studi Iran.
Baca juga: Utusan Iran, Rusia dan China Mengadakan Pembicaraan dengan Kepala IAEA tentang Program Nuklir Iran
MoU tersebut ditandatangani ketika CEO IRNA Hossein Jaberi-Ansari, yang memimpin delegasi, mengunjungi Yayasan Iranologi dan mengadakan pembicaraan dengan presidennya, Ali Akbar Salehi, pada hari Rabu.
Selama pertemuan, kedua pejabat tersebut bertukar pandangan tentang kapasitas media untuk memperkenalkan identitas dan warisan peradaban Iran, serta peran lembaga budaya dalam meningkatkan kesadaran publik.
Mereka juga membahas cara-cara memperkuat interaksi media dan memperluas kerja sama bersama di bidang representasi ilmiah dan budaya studi Iran.
Menekankan perlunya memperhatikan dimensi budaya dan sosial dalam pembuatan kebijakan, Jaberi-Ansari menggarisbawahi bahwa pemahaman yang tepat tentang isu-isu sosial saat ini merupakan prasyarat untuk membuat keputusan yang benar.
Ia berpendapat bahwa langkah-langkah efektif tidak mungkin dilakukan tanpa pengetahuan yang mendalam, mendesak para pembuat kebijakan untuk terlibat dalam dialog dengan masyarakat dan mendengarkan suara rakyat untuk mengelola negara secara efisien dan cerdas.
Merujuk pada peran media dalam masyarakat, CEO IRNA mengatakan media yang seimbang harus melampaui sekadar menyampaikan berita, dengan menghasilkan konten analitis, visualisasi kreatif, dan penyajian isu-isu sensitif secara tidak langsung dan cerdas karena hanya media yang menciptakan kepercayaan dan kedalamanlah yang berhasil.
IRNA dan Yayasan Iranologi Menandatangani MoU untuk Meningkatkan Kerja Sama
CEO IRNA Jaberi-Ansari (kanan) mengunjungi pameran lukisan di Yayasan Iranologi di Teheran, 18 Februari 2026.
Pada awal pertemuan, Salehi, saat menyambut Jaberi-Ansari dan delegasi yang menyertainya, menjelaskan sejarah, misi, dan pendekatan Yayasan Iranologi dan memperkenalkannya sebagai salah satu pusat referensi dalam mempromosikan sejarah dan budaya Iran secara global.
Baca juga: Kepala Nuklir Iran: Infiltrasi dan Sabotase Israel Mendorong Iran Menuju Swasembada Nuklir
Salehi juga menekankan peran media dalam membentuk opini publik, terutama di kalangan generasi muda, menegaskan bahwa media saat ini bukan hanya sarana informasi, tetapi merupakan salah satu komponen utama tata kelola budaya dan sosial dan dapat memainkan peran penting dalam membentuk orientasi mental dan identitas masyarakat.
Kemudian, delegasi IRNA mengunjungi berbagai bagian Yayasan Iranologi, termasuk perpustakaan khusus, pusat dokumentasi, dokumen penelitian, pameran lukisan, dan peta sejarah Teluk Persia, serta departemen pascasarjana, dan mendapat informasi mendalam tentang kegiatan ilmiah, penelitian, dan budaya yayasan tersebut.


