Teheran, Purna Warta – Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran telah menyita dua kapal tanker asing yang membawa bahan bakar selundupan di perairan Teluk Persia.
Selama operasi pada hari Senin, Angkatan Laut IRGC menyita dua kapal tanker – bernama Start 1 dan Vintage – yang membawa lebih dari tiga juta liter bahan bakar diesel selundupan. Ke-25 awak kedua kapal tanker itu juga ditangkap.
Kapal tanker tersebut sedang dipindahkan ke pelabuhan Bushehr di selatan Iran. Iran, yang merupakan rumah bagi beberapa bahan bakar termurah di dunia karena subsidi pemerintah, telah lama menghadapi tantangan penyelundupan bahan bakar, khususnya di wilayah perbatasan laut selatannya.
Perbedaan harga bahan bakar yang signifikan antara Iran dan negara-negara tetangga telah menjadikan penyelundupan bahan bakar sebagai perdagangan ilegal yang menguntungkan.
Dalam beberapa tahun terakhir, otoritas Iran telah mengintensifkan upaya untuk mengekang penyelundupan bahan bakar. Minggu lalu, polisi perbatasan Iran menyita sebuah kapal yang membawa satu juta liter minyak selundupan di perairan Teluk Persia.
Harga bahan bakar diesel di Iran hanya 3.000 rial ($0,003) per liter untuk kuota bulanan terbatas sementara bahan bakar tersedia pada harga 6.000 rial per liter untuk penggunaan tak terbatas oleh pengemudi truk dan petani yang menggunakan alat berat.
Laporan telah menunjukkan bahwa sejumlah besar minyak gas, sejenis bahan bakar diesel dengan sedikit aditif, yang biasanya dipasok ke pembangkit listrik Iran juga telah diselundupkan ke negara-negara tetangga dalam beberapa bulan terakhir.
Otoritas senior pemerintah Iran mengatakan pada bulan Desember bahwa sekitar 25-30 juta liter bahan bakar diselundupkan dari negara itu setiap hari.