Teheran, Purna Warta – Komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan pada hari Selasa bahwa pasukannya telah menyerang akomodasi pilot dan awak pesawat AS di pangkalan udara Al Kharj, Arab Saudi, menggunakan drone dan rudal, menargetkan 200 personel.
Dalam unggahan di akun X-nya, Brigadir Jenderal Majid Mousavi mengatakan serangan itu berhasil mengenai kelompok awak pesawat AS.
“Hari ini, kami menyerang akomodasi pilot dan awak pesawat AS di Al Kharj, Arab Saudi, menggunakan drone dan rudal, mengenai 200 orang,” katanya.
“Sekarang, selain serangan terhadap AWACS, pesawat tanker, dan depot bahan bakar, ada juga daftar korban dan kerusakan di antara awak pesawat dalam daftar kerugian dan kerusakan Trump dan Hegseth,” tambahnya.
AS dan rezim Israel melancarkan kampanye militer skala besar tanpa provokasi terhadap Iran setelah pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei, bersama dengan beberapa komandan militer senior dan warga sipil pada 28 Februari.
Serangan tersebut melibatkan serangan udara yang luas terhadap lokasi militer dan sipil di seluruh Iran, menyebabkan banyak korban dan kerusakan infrastruktur yang meluas.
Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Iran telah melakukan operasi pembalasan, menargetkan posisi Amerika dan Israel di wilayah pendudukan dan di pangkalan regional dengan gelombang rudal dan drone.


