Tehran, Purna Warta – Panglima tertinggi militer Iran dengan keras mengecam rezim Israel atas pembunuhan sejumlah pejabat senior Yaman baru-baru ini, seraya menyebutnya sebagai bukti nyata ketakutan mendalam Tel Aviv terhadap Poros Perlawanan di kawasan.
Baca juga: Pakar Genosida: Kasus Genosida Israel ‘Terkuat Sepanjang Sejarah’ Dibawa ke ICJ
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi, menyampaikan pernyataan tersebut pada Senin dalam sebuah pesan yang ditujukan kepada bangsa Yaman terkait pembunuhan itu.
“Kejahatan ini mencerminkan ketakutan rezim Israel akan perluasan Poros Perlawanan,” ujarnya.
Ia menambahkan, rezim Israel juga takut dengan semakin menguatnya persatuan bangsa-bangsa regional dalam membela perjuangan Palestina untuk pembebasan dari pendudukan dan agresi Israel.
Mousavi mengecam pembunuhan terarah itu sebagai “kejahatan perang yang mengerikan, aksi terorisme, serta pelanggaran nyata hukum internasional.”
Komandan tersebut menegaskan bahwa kekejaman semacam ini hanyalah menambah catatan aib bagi rezim Israel, yang ia sebut sebagai “pimpinan teror dan pengasuh teroris di seluruh dunia.”
Menurutnya, Tel Aviv melakukan pertumpahan darah tersebut sejalan dengan kebijakan agresif dan ekspansionis yang terus berlanjut, serta dukungan dari sekutunya, khususnya Amerika Serikat.
Pesan tersebut disampaikan setelah serangan udara Israel di ibu kota Yaman, Sana’a, menewaskan Perdana Menteri Ahmed Ghaleb al-Rahawi dari Pemerintahan Nasional Perubahan dan Pembangunan, serta delapan pejabat lainnya dari berbagai kementerian.
Serangan itu terjadi dalam konteks agresi berulang rezim Israel terhadap negara tersebut.
Agresi Israel dimulai setelah Angkatan Bersenjata Yaman melancarkan operasi hampir setiap hari terhadap target sensitif Israel sebagai tanggapan atas perang genosida yang diluncurkan Tel Aviv terhadap Jalur Gaza sejak Oktober 2023.
Baca juga: UNRWA: 660.000 Anak Gaza Tetap Tidak Sekolah di Tengah Genosida Israel
Namun demikian, Mousavi menegaskan bahwa kekejaman semacam ini “tidak akan pernah melemahkan tekad revolusioner dan semangat juang para pejuang pemberani Yaman.”
Ia menambahkan, bangsa Yaman melalui perjuangan gigihnya telah berubah menjadi simbol perlawanan terhadap sistem hegemonik global sekaligus sumber kebanggaan bagi umat Muslim di seluruh dunia. Mousavi pun menegaskan kembali komitmen Republik Islam Iran untuk terus mendukung rakyat Yaman.


