Iran Peringatkan Skandal Epstein Mungkin Bagian dari Proyek Politik Israel

Iran ttg Epstein

Tehran, Purna Warta – Iran menyatakan bahwa skandal global yang melibatkan terpidana pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein mungkin tidak sekadar kasus kriminal, melainkan bagian dari sebuah “proyek” geopolitik yang bertujuan melayani kepentingan rezim Israel.

Rilis terbaru sejumlah besar dokumen terkait Epstein telah mengguncang dunia media, politik, akademisi, keuangan, bahkan Hollywood, dan memaksa tokoh-tokoh terkemuka untuk mempertanggungjawabkan hubungan mereka dengan Epstein.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baghaei, mengatakan kepada wartawan pada hari Selasa (10/2/2026) bahwa dokumen-dokumen tersebut tidak boleh diremehkan atau dianggap sebagai masalah yang terbatas pada Amerika Serikat atau satu individu saja.

Ia menyatakan bahwa, “mengingat banyaknya laporan yang menunjukkan bahwa rezim Israel atau pihak lain telah memanfaatkan kasus-kasus ini dan proses terkait untuk memajukan tujuan politik mereka, kecurigaan semakin kuat bahwa keseluruhan perkara ini mungkin merupakan bagian dari sebuah proyek jangka panjang dan luas untuk melayani tujuan politik pihak-pihak tertentu, khususnya rezim Israel.”

Baghaei menggambarkan skandal ini sebagai sebuah “bencana kemanusiaan dan peradaban” yang telah melukai nurani publik global secara mendalam dan dapat dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

Menurutnya, pengungkapan tersebut menunjukkan adanya krisis moral yang serius dalam sistem pemerintahan Barat, terutama mengingat keterlibatan tokoh-tokoh politik tingkat tinggi dalam kasus-kasus yang berkaitan dengan korupsi.

Baghaei juga mempertanyakan mengapa hingga kini belum ada proses hukum resmi yang secara terbuka dijalankan.

“Kejahatan yang tercermin dalam laporan-laporan ini menggambarkan peristiwa-peristiwa yang mengerikan dan mengungkap pola pikir yang sangat mengkhawatirkan dari kelompok individu ini terhadap perempuan, anak-anak, dan gadis-gadis,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa masalah ini memerlukan kajian yang cermat dari berbagai dimensi, termasuk implikasi politik dan keamanan, serta berpotensi memengaruhi kawasan tersebut baik saat ini maupun di masa mendatang.

Pekan lalu, Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) merilis lebih dari tiga juta halaman dokumen yang terkait dengan penyelidikan panjang terhadap Epstein, yang mengungkap keterlibatan tokoh-tokoh politik dan bisnis berpengaruh, termasuk Presiden AS Donald Trump, menantunya Jared Kushner, dan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak.

Dokumen-dokumen yang dirilis tersebut merupakan bagian dari sekitar enam juta dokumen yang disimpan oleh DOJ.

Dokumen tersebut memberikan bukti tambahan bahwa Epstein memiliki hubungan dengan intelijen Israel.

Sebuah memorandum FBI yang telah dideklasifikasi dari kantor lapangan Los Angeles pada Oktober 2020 melaporkan bahwa salah satu sumber meyakini Epstein “merupakan agen Mossad yang direkrut” dan menggambarkannya sebagai seseorang yang telah “dilatih sebagai mata-mata” untuk badan intelijen Israel.

Dokumen yang sama juga menyebutkan bahwa Trump dianggap rentan terhadap pengaruh Israel melalui tekanan finansial dan politik, menurut sumber rahasia tersebut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *