Teheran, Purna Warta – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengutuk sejarah AS yang melanggar komitmen dalam negosiasi sebelumnya dan menyoroti pemberlakuan dua perang serta serangkaian pelanggaran terhadap rakyat Iran.
Pezeshkian dan mitranya dari Prancis, Emmanuel Macron, melakukan percakapan telepon pada hari Sabtu untuk membahas perkembangan terbaru terkait upaya gencatan senjata, negosiasi Islamabad, dan situasi yang meningkat di Lebanon.
Selama percakapan tersebut, presiden Iran mengingat kembali pelanggaran komitmen AS di masa lalu dalam pembicaraan sebelumnya dan mengatakan bahwa Washington telah memicu dua perang dan melakukan banyak kejahatan terhadap bangsa Iran.
Pezeshkian menegaskan kembali bahwa Iran tidak pernah mencari konflik, menekankan bahwa Teheran secara konsisten mendukung penyelesaian masalah melalui dialog berdasarkan hukum internasional. Namun, ia menggarisbawahi bahwa Iran tidak akan ragu untuk membela hak-hak sah dan integritas wilayahnya.
Presiden juga menggambarkan kemampuan rudal Iran sebagai kebutuhan defensif dan mengkritik kelambatan tindakan badan-badan internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Uni Eropa, terkait serangan ilegal terhadap Iran dan kawasan tersebut.
Pezeshkian lebih lanjut mengatakan bahwa serangan Israel baru-baru ini terhadap Lebanon telah menjadi sumber utama ketegangan regional. Ia mengutuk pembantaian ratusan warga sipil Lebanon dan serangan terhadap situs non-militer, termasuk pusat penitipan anak, dan menggambarkannya sebagai contoh nyata kejahatan perang. Ia menekankan bahwa tekanan internasional harus diberikan kepada rezim Israel dan Amerika Serikat untuk menghentikan serangan tersebut.
Sementara itu, Presiden Macron mengatakan Prancis telah mengutuk perang sejak awal dan mendukung gencatan senjata, menekankan perlunya menghentikan serangan terhadap Lebanon. Ia menyatakan harapan akan kemajuan dalam pembicaraan Islamabad dan menegaskan kembali kesediaan Prancis untuk membantu memulihkan perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut.
Pada akhir percakapan, kedua pihak sepakat untuk melanjutkan konsultasi.


