Teheran, Purna Warta – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyerukan Uni Eropa untuk mempertimbangkan kembali kebijakan-kebijakannya yang tidak konstruktif terhadap Teheran, mengkritik pendekatan yang keliru dan campur tangan yang tidak pantas dalam urusan internal Iran.
Dalam percakapan telepon pada hari Jumat dengan Constantinos Kombos, menteri luar negeri Siprus—yang negaranya saat ini memegang jabatan presiden bergilir Uni Eropa—Araqchi menyampaikan keberatan Iran terhadap posisi-posisi terbaru yang diadopsi oleh blok tersebut.
Ia mengkritik pendekatan Uni Eropa yang tidak pantas terhadap Iran, khususnya tindakan ofensif baru-baru ini oleh Dewan Menteri blok tersebut dalam memberi label pada sebagian Angkatan Bersenjata Iran dan terlibat dalam campur tangan yang tidak beralasan dalam urusan internal Iran.
Araqchi juga menggambarkan posisi Uni Eropa yang keliru mengenai perkembangan regional—termasuk genosida di Gaza dan kejahatan rezim Zionis terhadap negara-negara di kawasan tersebut—sebagai bertentangan dengan prinsip supremasi hukum dan penghormatan terhadap prinsip dan aturan hukum internasional.
Menteri Luar Negeri Iran menyerukan agar Uni Eropa mempertimbangkan kembali pendekatan-pendekatan yang tidak konstruktif tersebut.
Araqchi juga memberi penjelasan kepada Kombos tentang perkembangan terbaru terkait negosiasi nuklir Iran-AS.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Siprus menyambut dimulainya babak baru negosiasi nuklir antara Iran dan Amerika Serikat, menggarisbawahi pentingnya melanjutkan pembicaraan dan mengurangi ketegangan, serta menyatakan kesediaan Siprus untuk memberikan bantuan apa pun dalam proses ini.


