Iran Kecam Kesalahan Penafsiran Uni Eropa atas Serangan Israel terhadap Suriah

Teheran, Purna Warta – Iran mengecam standar ganda Uni Eropa terkait serangan Israel terhadap Suriah, dan berjanji untuk mendukung kedaulatan nasional dan integritas wilayah rakyat Suriah.

Baca juga: Ketua Perlemen Iran: Pencegah Terkuat Iran terhadap Musuh adalah Persatuan Nasional

Dalam sebuah unggahan di akun X miliknya pada hari Jumat, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengkritik Uni Eropa karena mengabaikan bahkan kepura-puraan “integritas moral” dengan menggolongkan tindakan agresi terang-terangan Israel terhadap Suriah sebagai sekadar “serangan yang meningkat” di wilayah negara tersebut.

“Ini adalah gaslighting dalam bentuk terbaiknya: menyamarkan ‘keterlibatan’ sebagai ‘diplomasi’,” ujarnya.

Baghei menekankan sejarah Iran yang membanggakan dalam berdiri teguh melawan agresi dan pelanggaran hukum, menolak kemarahan selektif dan standar ganda.

Ia meyakinkan bahwa Iran akan terus mendukung rakyat Suriah dan menjunjung tinggi kedaulatan nasional serta integritas wilayah negara itu “dengan lantang dan jelas.”

Militer Israel telah menduduki beberapa kota dan wilayah di selatan Damaskus, dengan pasukan dan tank yang ditempatkan sekitar 10 kilometer dari pinggiran ibu kota Suriah.

Situasi ini berkembang ketika rezim Hayat Tahrir al-Sham (HTS) tetap diam dalam menanggapi serangan dan serangan Israel.

Bentrokan sengit antara kelompok bersenjata HTS dan komunitas Druze di Suriah telah mengakibatkan banyak korban jiwa, meningkatkan kekhawatiran tentang potensi kekerasan sektarian. Minoritas Druze secara historis mendukung pemerintahan mantan Presiden Bashar al-Assad dan menentang pendudukan serta kebijakan ekspansionis Israel, khususnya di Dataran Tinggi Golan.

Gelombang serangan udara Israel baru-baru ini telah menuai kecaman keras dari para pemimpin dunia dan regional, serta organisasi-organisasi internasional. Juru bicara Sekjen PBB telah menyerukan penghentian segera semua pelanggaran kedaulatan dan integritas teritorial Suriah.

Baca juga: IRGC Nyatakan Siap Memulai Kembali Perang Melawan Agresor

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengecam serangan tersebut pada hari Rabu, menggambarkannya sebagai tindakan sembrono dan agresif, serta menyebut Israel sebagai “rezim fanatik” yang hanya mengerti bahasa kekerasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *