Teheran, Purna Warta – Misi Iran di Kantor PBB di Jenewa telah mendesak PBB untuk melakukan investigasi segera dan komprehensif terkait peran jaringan tentara bayaran yang didukung oleh pemerintah asing dalam agresi rezim Israel baru-baru ini.
Baca juga: Palang Merah: Kecewa dengan Luasnya Serangan Israel di Penjara Evin, Iran
Permintaan tersebut disampaikan dalam surat yang ditujukan kepada Kelompok Kerja PBB tentang penggunaan tentara bayaran sebagai sarana pelanggaran hak asasi manusia dan menghambat pelaksanaan hak rakyat untuk menentukan nasib sendiri.
Misi tersebut mendesak para ahli untuk mengkaji secara objektif dan imparsial pengerahan tentara bayaran dalam aksi agresi terbaru.
Mengutip bukti terdokumentasi, surat tersebut menegaskan bahwa rezim Israel telah mengatur jaringan tentara bayaran untuk melakukan pembunuhan terarah terhadap ilmuwan dan komandan militer senior, serangan terhadap warga sipil, pengeboman terkoordinasi, dan penggunaan pesawat tanpa awak bersenjata jauh di dalam wilayah Iran.
Surat tersebut menyatakan bahwa tindakan-tindakan ini secara terang-terangan melanggar Piagam PBB, melanggar Konvensi Internasional 1989 Menentang Perekrutan, Penggunaan, Pembiayaan, dan Pelatihan Tentara Bayaran, serta melanggar prinsip-prinsip dasar hak asasi manusia dan hukum humaniter internasional.
Merujuk pada angka resmi yang menunjukkan lebih dari seribu korban jiwa akibat serangan-serangan ini, surat tersebut meminta Kelompok Kerja untuk segera melakukan investigasi dan memasukkan temuannya dalam laporan mendatang kepada Dewan Hak Asasi Manusia dan Majelis Umum PBB, yang secara terbuka mengutuk penggunaan tentara bayaran.
Misi Iran juga meminta Kelompok Kerja untuk bekerja sama dengan badan-badan terkait guna memastikan akuntabilitas bagi mereka yang bertanggung jawab.
Sebagai penutup, misi Iran di Jenewa menekankan urgensi dan sensitivitas masalah ini, mendesak badan PBB tersebut untuk mengambil tindakan tegas, adil, dan bertanggung jawab.
Baca juga: Hamas Katakan Netanyahu Halangi Kesepakatan Gencatan Senjata
Rezim Israel, selama agresi 12 hari terhadap Iran, menggunakan tentara bayaran untuk sabotase dan operasi pesawat nirawak di dalam negeri, termasuk menghancurkan pertahanan udara dan platform rudal Iran.
Tentara bayaran ini menggunakan rudal Spike buatan Israel dan peluncur kendali jarak jauh, beberapa di antaranya dilengkapi dengan otomatisasi berbasis internet, untuk melumpuhkan sistem Iran.
Pihak berwenang menemukan lokasi produksi pesawat nirawak rahasia di tempat-tempat seperti Shahr-e Rey di Teheran selatan, tempat agen-agen yang direkrut Israel merakit UAV dan bahan peledak.


