Tehran, Purna Warta – Kelompok peretas yang menamakan diri Handala merilis apa yang mereka sebut sebagai Episode Pertama dari serangkaian pengungkapan intelijen, dengan menyoroti sosok Mehrdad Rahimi, yang diklaim sebagai guiding officer Mossad yang bertugas di Iran Desk dan bertanggung jawab mengendalikan agen-agen Iran yang bekerja untuk badan intelijen Israel tersebut.
Menurut pernyataan Handala, Rahimi berperan penting dalam mengorganisir, mengoordinasikan, dan mengarahkan jaringan yang berada di balik kerusuhan di dalam negeri Iran. Ia disebut mengelola sejumlah operator lokal dengan tujuan membangun kohesi antar tokoh utama penggerak kerusuhan, sekaligus menyalurkan dukungan finansial guna menjaga keberlangsungan dan perluasan aktivitas anti-Iran.
Namun demikian, Handala mengklaim bahwa seluruh aktivitas Rahimi sejak awal berada di bawah pengawasan ketat mereka. Melalui akun @Handala_Alert di platform X, kelompok tersebut menyatakan bahwa operasi Rahimi tidak pernah benar-benar independen. Mereka menegaskan bahwa komunikasi, pengambilan keputusan, hingga pergerakan fisik Rahimi telah dipantau dan disusupi secara berkelanjutan.
Handala juga mengklaim telah menguasai sejumlah rekaman video yang diambil dari sekitar kediaman Rahimi selama proses pengawasan dan pengejaran terhadap perwira Mossad tersebut. Selain itu, mereka menyebut telah berhasil meretas perangkat komunikasi yang dianggap aman, sehingga memungkinkan identifikasi dan pemantauan seluruh individu yang terhubung dengan jaringan kerusuhan.
Dalam pernyataannya, Handala menilai pengungkapan ini tidak hanya meruntuhkan klaim kapasitas dan otonomi operasional Rahimi, tetapi juga menjadi bukti jangkauan intelijen mereka. Kelompok tersebut bahkan mengklaim telah mengetahui identitas para operator lapangan hingga perwira senior Mossad yang terlibat dalam jaringan tersebut.
Handala menyatakan bahwa materi visual dan dokumen yang dirilis telah menempatkan para penggerak utama kerusuhan dalam posisi buntu, tanpa ruang manuver lebih lanjut. Mereka juga mengisyaratkan akan ada pengungkapan lanjutan dalam waktu dekat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari otoritas Israel maupun Mossad terkait klaim yang disampaikan oleh Handala.


