Ghalibaf: Mahasiswa Iran Secara Historis Memimpin Perjuangan Melawan Penindasan

Teheran, Purna Warta – Ketua Parlemen iran, Ghalibaf menyatakan bahwa mahasiswa Iran secara historis telah menjadi pemimpin sosial dalam perjuangan melawan para dominator dan otokrat, seraya menambahkan bahwa sistem dominasi menyimpan permusuhan historis terhadap mahasiswa Iran karena menentang penjarahannya.

Baca juga: Aref Menolak Penggunaan Energi Nuklir Non-Damai di Iran

Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen, mengucapkan selamat kepada mahasiswa atas Hari Mahasiswa yang akan datang dalam pidato pra-agendanya pada sidang terbuka hari ini. Ia menegaskan bahwa sepanjang sejarah kontemporer Iran, mahasiswa telah menjadi pemimpin sosial dalam perjuangan melawan dominasi asing dan otokrat internal. Ia mencatat bahwa mahasiswa tidak hanya mengikuti jejak orang lain dalam hal ini, tetapi juga membuka jalan bagi segmen masyarakat lainnya.

Demokrasi dan Pembangunan Tidak Akan Keluar dari Laras Dominasi

Ghalibaf menegaskan bahwa sistem dominasi yang dipimpin oleh Amerika Serikat menyimpan “kebencian dan permusuhan historis” terhadap mahasiswa Iran. Permusuhan ini, ujarnya, berakar dari fakta bahwa mahasiswa Iran berdiri sendiri melawan penjarahan kekuatan asing, mengorbankan nyawa mereka agar bangsa Iran dapat mencapai kesadaran historis bahwa “demokrasi dan pembangunan tidak akan keluar dari laras sistem dominasi.” Ia menekankan bahwa kemajuan dan keamanan berkelanjutan hanya dapat dicapai dengan mengandalkan kekuatan mandiri bangsa Iran.

Pembicara mengenang tiga martir dalam insiden 7 Desember (16 Azar), bersama dengan para martir mahasiswa lainnya, terutama mereka yang gugur selama era Pertahanan Suci dan perang 12 hari baru-baru ini.

Uji Coba Rudal yang Berhasil dan Kecaman atas Klaim PGCC

Ketua Dewan Ghalibaf mengucapkan selamat kepada Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) atas keberhasilan pelaksanaan latihan kekuatan besar-besaran “Shahid Mohammad Nazeri” di Teluk Persia, Kepulauan Naz’at, dan Selat Hormuz. Ia mencatat bahwa rudal yang digunakan dalam latihan tersebut secara akurat mengenai sasaran yang ditentukan.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan uji coba peluncuran rudal yang efektif dan presisi dengan jangkauan yang melampaui seluruh Teluk Persia—hasil upaya elit Iran—”sangat menggembirakan” bangsa Iran.

Ghalibaf kemudian dengan tegas mengecam klaim terbaru yang disampaikan dalam pernyataan akhir Dewan Kerja Sama Teluk Persia (PGCC) terkait kepulauan Iran.

Baca juga: Panglima Garda Revolusi Iran Tekankan Pengembangan Rudal Siluman

“Kami dengan tegas dan tegas mengecam klaim tak berdasar yang ditegaskan kembali dalam pernyataan PGCC baru-baru ini terkait kepulauan Iran, Tunb Besar, Tunb Kecil, dan Abu Musa,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa “klaim-klaim tak berdasar dan konyol” ini, yang seringkali dilontarkan atas provokasi negara lain, bertentangan dengan prinsip penghormatan terhadap integritas teritorial bangsa-bangsa dan hubungan bertetangga yang baik.

Jangan Uji Kemauan Iran

Ghalibaf mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara tetangga di kawasan: “Rekomendasi kami kepada negara-negara tetangga bukanlah untuk menguji kemauan bangsa Iran dalam mempertahankan integritas teritorialnya dan kepulauan Iran di Teluk Persia, yang merupakan bagian integral dari tubuh Iran.”

Ia menekankan bahwa Iran secara konsisten berupaya membangun stabilitas, memperluas perdamaian, dan menghormati prinsip-prinsip hubungan bertetangga yang baik, dan mengharapkan hal yang sama dari negara-negara tetangganya.

Terakhir, Ketua DPR meminta pemerintah untuk memberikan perhatian khusus dalam rancangan anggaran tahun depan untuk menyediakan dana dan mempersiapkan landasan bagi pelaksanaan Pasal 61 Rencana Pembangunan Ketujuh, yang berfokus pada pengembangan kepulauan Iran, yaitu Tunb Besar, Tunb Kecil, dan Abu Musa.

Seruan Dukungan Penuh untuk Tim Nasional Sepak Bola

Dalam penutupnya, Ketua DPR membahas olahraga, dengan menyatakan: “Mengingat hasil undian tim nasional Iran di Piala Dunia Sepak Bola dan perhatian khusus Presiden terhadap hal ini, maka perlu disediakan semua fasilitas untuk persiapan tim nasional yang komprehensif dan profesional, terutama penyelenggaraan pertandingan persahabatan dengan tim-tim berkualitas tinggi berdasarkan permintaan dan pertimbangan staf teknis.” Beliau mengakhiri pidatonya dengan mendoakan kesuksesan tim nasional di pertandingan-pertandingan mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *