Garda Revolusi Islam Mengumumkan Detail Gelombang ke-85 dari Operasi Militer Besar “Janji Setia 4”

Sasaran

Tehran, Purna Warta – Garda Revolusi Islam pada hari Sabtu ini mengumumkan rincian gelombang ke-85 dari operasi militer besar “Janji Setia 4”, yang dilancarkan sebagai tanggapan atas agresi musuh Amerika-Zionis terhadap fasilitas industri sipil di Iran.

Hubungan masyarakat Garda Revolusi Islam dalam sebuah pernyataan mengatakan:
“Wahai rakyat beriman yang berani, pencipta epik di Iran, musuh Amerika-Zionis tidak mampu menghadapi putra-putra mujahid kalian di darat maupun di laut, sehingga mereka kembali dengan cara yang hina dengan menargetkan industri non-militer di Iran.”

Pernyataan tersebut menambahkan:
“Demi menjaga keteguhan dan persatuan suci kalian, wahai bangsa yang paling mulia dan paling setia, serta untuk mempertahankan kehormatan dan martabat Iran Islam, para mujahid dari pasukan angkatan laut dan pasukan kedirgantaraan Garda Revolusi melaksanakan gelombang berkelanjutan dan luas ke-85 dari operasi Janji Setia 4 dengan sandi ‘Ya Rasulullah’, menggunakan sistem rudal jarak jauh dan menengah berbahan bakar padat dan cair, serta drone serang.

Sebagai penghormatan kepada para syuhada industri dan seluruh pekerja industri serta produsen di negara ini, dilakukan serangan rudal dan drone yang menargetkan sejumlah industri berat milik musuh Amerika-Zionis yang agresor di wilayah pendudukan dan wilayah lainnya, serta menghancurkan sebagian darinya.”

Terkait pertempuran udara, pernyataan itu menjelaskan:
“Selama operasi rudal dan drone berskala luas ini, angkatan udara musuh mencoba menargetkan platform peluncuran kami dengan mengirim pesawat tempur dan drone. Namun pertahanan udara kami berhasil menembak jatuh sebuah pesawat nirawak strategis Amerika jenis MQ-9 di wilayah udara Shiraz.”

Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa:
“Sebuah pesawat tempur Amerika jenis F-16 terkena serangan di selatan Provinsi Fars dan hancur sebelum sempat mendarat di salah satu bandara di Kerajaan Arab Saudi. Komando Pusat Amerika Serikat dalam sebuah pernyataannya telah mengakui pesawat tersebut terkena serangan dan mengalami kerugian total.”

Pernyataan tersebut ditutup dengan peringatan kepada para penguasa Amerika yang dianggap tidak kompeten:
“Kami telah memperingatkan bahwa kami akan menanggapi penargetan terhadap fasilitas industri. Serangan ini hanyalah sebuah peringatan. Jika serangan terhadap industri kembali terjadi, maka respons kami berikutnya akan melampaui apa yang kalian bayangkan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *