Al-Quds, Purna Warta – Menurut laporan dini hari Kamis kantor berita Palestina Safa, juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Bassal, menyatakan bahwa dua orang gugur syahid akibat serangan udara rezim Israel yang menghantam sebuah apartemen hunian di kawasan al-Tuffah, sebelah timur Kota Gaza.
Ia menjelaskan bahwa serangan udara tersebut memicu kebakaran besar di lokasi kejadian. Tim penyelamat dan pemadam kebakaran Gaza kemudian dikerahkan untuk mengendalikan api yang timbul akibat serangan tersebut.
Kantor berita Safa, mengutip korespondennya, melaporkan bahwa tank-tank rezim Zionis Israel secara intensif menargetkan wilayah selatan dan timur Kota Khan Younis serta wilayah barat Kota Rafah.
Berdasarkan laporan tersebut, sebelumnya artileri tentara rezim Israel juga telah membombardir kawasan timur Khan Younis.
Sumber-sumber lokal menyebutkan bahwa seorang gadis muda Palestina gugur syahid akibat luka-luka yang dideritanya dari serangan tentara rezim Zionis Israel beberapa hari lalu di kawasan al-Mawasi, Khan Younis.
Penangkapan Warga Palestina oleh Israel di Tepi Barat
Di Kota as-Samu’, selatan al-Khalil (Hebron) di Tepi Barat, seorang warga Palestina ditangkap oleh tentara rezim Israel setelah sebelumnya dianiaya oleh pemukim Zionis bersenjata.
Sumber-sumber lokal mengatakan bahwa para pemukim Zionis menyerbu kawasan al-Kharabah dan menyerang warga setempat. Tentara Israel kemudian turun tangan dengan menembakkan gas air mata untuk melindungi para pemukim tersebut, sebelum menangkap salah seorang pemuda Palestina.
Di Jenin, wilayah utara Tepi Barat, pasukan rezim Israel pada Rabu malam juga menyerbu kota Sanur dan Meithalun.
Menurut laporan tersebut, di Kota Sanur, tentara rezim Zionis Israel menggeledah sejumlah toko dan rumah warga. Sementara itu, di Kota Meithalun, tentara Israel mengepung sebuah rumah dan menangkap seorang pemuda Palestina. Pada saat yang sama, kendaraan dan peralatan militer rezim Zionis dikerahkan di beberapa wilayah.
Menurut laporan IRNA, rezim Zionis Israel pada 7 Oktober 2023 (15 Mehr 1402 kalender Iran) melancarkan perang terhadap Jalur Gaza dengan dua tujuan utama, yakni menghancurkan Gerakan Hamas dan mengembalikan tawanan Zionis dari wilayah tersebut. Namun, rezim tersebut gagal mencapai tujuan-tujuan itu dan akhirnya terpaksa menerima kesepakatan dengan Hamas untuk pertukaran tawanan.
Gerakan Perlawanan Islam Hamas pada Kamis, 17 Mehr 1404, secara resmi mengumumkan tercapainya kesepakatan penghentian perang di Jalur Gaza serta pertukaran tawanan melalui sebuah pernyataan.
Tentara rezim Israel juga secara resmi mengumumkan mulai berlakunya gencatan senjata di Jalur Gaza pada Jumat, 18 Mehr 1404. Meski demikian, rezim tersebut hingga kini masih terus melakukan penghambatan terhadap pelaksanaan kesepakatan gencatan senjata tersebut.


