Aref Menolak Penggunaan Energi Nuklir Non-Damai di Iran

Teheran, Purna Warta – Dalam pernyataannya pada pertemuan gugus tugas proyek khusus yang diadakan pada hari Sabtu, Mohammad Reza Aref mengatakan bahwa Iran telah berulang kali dan secara praktis menunjukkan selama beberapa dekade terakhir bahwa mereka hanya mengupayakan penggunaan energi nuklir secara damai.

Baca juga: Panglima Garda Revolusi Iran Tekankan Pengembangan Rudal Siluman

Ia menambahkan bahwa negara-negara Barat bertindak buruk terhadap program damai Iran, dan mencatat bahwa kemajuan Iran dalam bidang kedokteran nuklir dan radiofarmasi merupakan respons yang tepat terhadap kesalahan penilaian tersebut.

Mengacu pada rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir 20.000 megawatt Iran, Aref mencatat bahwa permusuhan Barat telah menjadikan aktivitas nuklir Iran sebagai sasaran perlakuan politis dan bias.

Aref mengatakan dunia kini telah mengakui bahwa Iran bermaksud memanfaatkan semua keuntungan damai dari energi nuklir dan tidak pernah mengejar penerapan non-damai, yang ia tegaskan “tidak memiliki tempat dalam doktrin Republik Islam.”

Baca juga: Iran Kecam Serangan Fatal terhadap Warga Sipil di Kordofan Selatan, Sudan

Wakil presiden menyatakan bahwa perluasan tenaga nuklir hingga 20.000 MW pada tahun 2041 merupakan kebutuhan nasional yang tak terbantahkan.

Bahan bakar nuklir merupakan salah satu sumber energi terbersih dan teraman, dan Iran harus terus melanjutkan rencana tersebut, terutama pada pembangkit listrik yang sedang dikembangkan dengan kemampuan domestik, tegas Aref.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *