Araqchi: Serangan ke Sekolah Shajarat Tayyiba Minab Bukan Sekadar Insiden atau Kesalahan Perhitungan

MInab

Tehran, Purna Warta – Araqchi menegaskan bahwa perang agresif yang ada jelas tidak memiliki justifikasi dan sangat kejam. Serangan dimulai pada 28 Februari 2026 (9 Esfand 1404), padahal Iran dan Amerika Serikat sedang terlibat dalam proses diplomatik untuk menyelesaikan dugaan kekhawatiran AS mengenai program nuklir Iran. Ini merupakan kali kedua dalam sembilan bulan mereka mengkhianati diplomasi, dengan menghancurkan dan menggagalkan meja perundingan.

Serangan ke Sekolah Shajarat Tayyiba

Araqchi menekankan bahwa salah satu bentuk paling mengerikan dari agresi ini adalah serangan terencana dan bertahap terhadap Sekolah Dasar “Shajarat Tayyiba” di Minab, selatan Iran, di mana lebih dari 175 siswa dan guru dibantai secara sengaja dan brutal. Ia menekankan bahwa serangan ini bukan sekadar puncak gunung es, karena di bawah permukaan terdapat tragedi yang jauh lebih parah, termasuk normalisasi pelanggaran HAM yang paling buruk dan keberanian dalam melakukan kejahatan mengerikan dengan impunitas penuh.

Dengan mengingat bahwa para agresor AS dan Israel mengklaim memiliki teknologi dan sistem militer paling canggih dan presisi, tidak ada alasan untuk percaya bahwa serangan ke sekolah tersebut bukan tindakan sengaja dan dirancang sebelumnya.

Klasifikasi Serangan: Kejahatan Perang dan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

Araqchi menegaskan bahwa penargetan Sekolah Shajarat Tayyiba merupakan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, yang memerlukan pengutukan tegas dan tanpa syarat oleh semua pihak serta pertanggungjawaban jelas bagi pelakunya. Tragedi ini tidak dapat dibenarkan, tidak dapat disembunyikan, dan tidak boleh dihadapi dengan diam atau acuh tak acuh.

Dampak Luas Perang

Menteri Luar Negeri Iran menyebutkan bahwa pernyataan kontradiktif Amerika Serikat untuk membenarkan serangan ini sama sekali tidak membebaskan mereka dari tanggung jawab. Mengutuk serangan ke lokasi sipil, tempat anak-anak mencari ilmu, bukan hanya kewajiban hukum tetapi juga kewajiban moral dan kemanusiaan.

Ia menambahkan bahwa Sekolah Dasar Shajarat Tayyiba bukan satu-satunya korban dari kejahatan mengerikan AS dan Israel selama 27 hari perang ilegal ini. Pelanggaran HAM dan hukum humaniter internasional telah dilakukan secara meluas, sistematis, dan brutal, termasuk menargetkan infrastruktur sipil dan warga sipil tanpa memedulikan hukum perang. Lebih dari 600 sekolah di seluruh Iran rusak atau hancur, dengan lebih dari 1.000 siswa dan guru menjadi korban tewas atau terluka.

Target Infrastruktur Vital dan Ancaman Genosida

Araqchi menegaskan bahwa para agresor yang mengumandangkan “tidak ada belas kasihan dan toleransi” dan mengancam Iran dengan menyerang infrastruktur vital telah menargetkan rumah sakit, ambulans, tenaga medis, relawan Palang Merah, kilang minyak, sumber air, dan daerah pemukiman. Ia menekankan bahwa istilah “kejahatan perang” dan “kejahatan terhadap kemanusiaan” saja tidak cukup untuk menggambarkan skala tragedi yang mereka lakukan.

Polanya jelas: niat mereka adalah melakukan genosida. Perang tidak adil dan sewenang-wenang AS dan Israel terhadap bangsa Iran merupakan hasil langsung dari diamnya dunia terhadap pelanggaran hukum dan kejahatan sebelumnya di Palestina, Lebanon, dan wilayah lain. Diam atau acuh terhadap ketidakadilan tidak akan membawa keamanan atau perdamaian, melainkan menimbulkan ketidakamanan lebih luas dan pelanggaran hak yang lebih parah.

Araqchi menekankan bahwa PBB, nilai-nilai fundamental yang diwakilinya, dan kerangka hak asasi manusia global berada dalam risiko besar, dan semua negara harus secara tegas mengecam para agresor serta menunjukkan bahwa komunitas internasional dan kesadaran kolektif manusia akan menuntut pertanggungjawaban mereka.

Sikap Iran

Araqchi menegaskan bahwa Iran tidak pernah mencari perang. Warga Iran adalah bangsa yang damai dan mulia, pewaris salah satu peradaban terkaya di dunia. Namun, mereka menunjukkan tekad dan kemauan penuh untuk membela diri terhadap agresor yang brutal, dan akan melanjutkan pertahanan ini selama diperlukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *