Teheran, Purna Warta – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyerukan negara-negara yang menjadi korban sanksi AS untuk bersatu dan memberikan reaksi bersama, mendesak agar sanksi diakui sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.
Dalam sebuah unggahan di akun X miliknya pada hari Rabu, Araqchi mengutip sebuah artikel berjudul “Dampak sanksi internasional terhadap mortalitas berdasarkan usia: analisis data panel lintas negara”, yang diterbitkan dalam jurnal Lancet Global Health.
Baca juga: Pezeshkian Menyindir Tawaran Israel untuk Membantu Iran dalam Pengelolaan Air
“Rezim Barat telah lama mengklaim bahwa sanksi adalah alternatif perang yang tidak berdarah. Kenyataannya: Studi baru oleh The Lancet menyatakan bahwa sanksi unilateral, terutama oleh AS, mungkin sama mematikannya dengan perang. Lebih dari 500 ribu nyawa melayang setiap tahun sejak tahun 1970-an, sebagian besar anak-anak dan lansia,” kata menteri luar negeri Iran.
“Sudah saatnya sanksi tidak manusiawi yang dijatuhkan oleh AS dan kaki tangannya diakui sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan,” ujarnya.
“Negara-negara yang menjadi sasaran harus mengoordinasikan upaya untuk menciptakan respons yang terpadu dan kolektif,” tambah Araqchi.


