Jakarta, Purna Warta – DPR RI akan melakukan pemungutan suara untuk rancangan anggaran 2026 yang diajukan Presiden Prabowo Subianto, yang menguraikan anggaran sebesar 3.842,7 triliun rupiah ($231,5 miliar).
Baca juga: Rezim Israel Meningkatkan Agresi terhadap Armada Sumud yang Menuju Gaza di Tengah Kecaman Global
Anggaran tersebut memproyeksikan defisit fiskal sebesar 2,68% dari produk domestik bruto dan mengasumsikan pertumbuhan ekonomi akan meningkat menjadi 5,4%, lapor Reuters.
Pendapatan ditargetkan sebesar 3.153,6 triliun rupiah untuk tahun anggaran 2026.
Total pengeluaran yang diusulkan untuk tahun 2026 menunjukkan peningkatan sebesar 9% dibandingkan dengan perkiraan pengeluaran untuk tahun 2025. Target pendapatan untuk tahun depan juga sekitar 10% lebih tinggi dari proyeksi tahun 2025.
Defisit anggaran 2026 yang diproyeksikan lebih rendah dari proyeksi tahun ini sebesar 2,78% dari PDB. Angka defisit ini masih jauh di bawah batas aman sebesar 3%. Proposal anggaran tersebut mencakup perluasan signifikan program unggulan Prabowo, yaitu program makan gratis untuk pelajar dan ibu hamil. Anggaran pertahanan juga mengalami peningkatan substansial dalam rencana yang diusulkan.
Baca juga: PM Kanada Berharap Perundingan Dagang ‘Konstruktif’ dengan Tiongkok Akan Semakin Dalam
Saat pertama kali diajukan ke DPR pada bulan Agustus, skema makan gratis tersebut diperkirakan mencapai 335 triliun rupiah untuk tahun 2026. Alokasi ini hampir dua kali lipat dari jumlah yang dialokasikan untuk program tersebut tahun ini. Anggaran pertahanan dijadwalkan meningkat 37% menjadi 335,3 triliun rupiah.


