Jakarta, Purna Warta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno melontarkan kelakar terkait tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said yang telah terbengkalai selama puluhan tahun. Ia menyebut, sebelum pembongkaran dilakukan, sebuah komunitas asal Madura sempat menyatakan ketertarikannya untuk mengambil alih struktur monorel tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Rano saat menghadiri acara Go Live Ceremony ERP Fusion PAM Jaya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (15/1/2026). Dalam suasana santai, Rano mengaku sempat menyampaikan ide tersebut kepada Gubernur DKI Jakarta sebagai candaan.
Menurut Rano, ketertarikan komunitas Madura itu bahkan disampaikan secara resmi melalui surat yang dikirimkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Namun, sebelum surat tersebut sempat ditindaklanjuti, sebagian tiang monorel di kawasan tersebut justru telah lebih dulu hilang.
Rano juga menyoroti lamanya proyek monorel Rasuna Said yang mangkrak tanpa kepastian. Selama lebih dari dua dekade, keberadaan tiang-tiang tersebut dinilai tidak hanya merusak estetika kota, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Ia menyebut telah terjadi kecelakaan di sekitar area monorel akibat kondisi tersebut.
Sebagai bagian dari penataan kawasan, Pemprov DKI Jakarta akhirnya memutuskan untuk membongkar seluruh tiang monorel di Rasuna Said. Rano menegaskan bahwa biaya pembongkaran relatif kecil dibandingkan anggaran penataan kawasan secara keseluruhan.
Ia berharap langkah ini dapat memperbaiki tata ruang Jalan Rasuna Said, termasuk penyelarasan lebar jalan di kedua sisi, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang melintas.


