Jakarta, Purna Warta – Bank Indonesia (BI) bersiap meluncurkan layanan transaksi digital terbaru, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) berbasis Near Field Communication (NFC) atau QRIS Tap, pada 14 Maret 2025. Layanan ini dirancang untuk mempermudah transaksi di berbagai sektor, termasuk moda transportasi serta layanan umum seperti rumah sakit dan universitas.
Baca juga: iPhone 16 Segera Hadir di Indonesia, Apple Siap Investasi Besar
Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Dicky Kartikoyono, menjelaskan bahwa QRIS Tap memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran digital tanpa perlu memindai kode menggunakan kamera ponsel.
“Sekarang kita juga sasar kepada permodalan, yaitu untuk sektor transportasi dan layanan umum. Layanan umum bisa rumah sakit, universitas, ini kita bisa fasilitasi dengan tap. Kenapa perlu tap? Karena kalau di transportasi tidak bisa menunggu lama,” kata Dicky dalam acara Digital Economic Forum di Sopo Del Tower Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (25/2/2025).
Menurut Dicky, transaksi menggunakan QRIS biasa masih memerlukan aksi menekan layar, sementara QRIS Tap hanya membutuhkan tempelan ponsel ke infrastruktur QRIS di merchant. Skema ini serupa dengan sistem pembayaran berbasis kartu uang elektronik.
“Kalau QRIS Tap, begitu sudah dibuka QR-nya, itu tinggal tempel. Reader-nya yang kemudian mengumpulkan semua. Ini leverage-nya untuk transaksi digital ini besar sekali,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa hanya sedikit negara yang memiliki kemampuan menggunakan QRIS dengan model tap. Dengan inovasi ini, persepsi masyarakat terhadap QRIS akan semakin berkembang, yang pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas karena transaksi menjadi lebih mudah dan cepat.
“Ini akan leverage di digital, besar sekali, dan ini kita harap dukungan bapak ibu semua di PJP untuk amankan keandalan dan perlindungan konsumennya. Dukungan BI itu semua kita yakini bisa dorong tadi total produktivitas inklusif,” kata Dicky.
Di sisi lain, Direktur Bisnis Artajasa, Heru Perwito, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan uji coba QRIS Tap bersama sejumlah pemangku kepentingan sejak akhir tahun lalu. Ia optimistis peluncuran layanan ini dapat berjalan sesuai jadwal.
Baca juga: DAMRI Kaji Tiket Terusan Bus dan Kapal Penyeberangan Lintas Pulau
“Insyaallah, akan on schedule karena kami pun juga sudah lolos istilahnya proses Sandbox yang dilakukan oleh Bank Indonesia dan dengan ini, kami juga diminta langsung melakukan sosialisasi, sehingga semua merchant-merchant yang dikategorikan tadi, BLU atau PSO, juga transportasi bisa dengan segera menikmati layanan QRIS Tap,” ujar Heru setelah acara.
Sebagai bagian dari Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030, QRIS Tap akan tersedia di layanan transportasi seperti KRL, MRT, dan Damri. Ke depannya, BI berencana memperluas kerja sama dengan berbagai operator moda transportasi dan industri lain guna memastikan implementasi QRIS Tap berjalan lancar serta meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat.


