Islamabad, Purna Warta – Sebelumnya pada siang hari, delegasi perunding Iran di Pakistan yang dipimpin oleh Mohammad Bagher Ghalibaf, dengan kehadiran Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, bertemu dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di Islamabad dan melakukan pembicaraan.
Juru bicara: tuntutan Iran telah disampaikan
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyatakan bahwa perundingan dimulai segera setelah kedatangan delegasi Republik Islam Iran, di mana konsultasi berlangsung selama dua jam.
Ia menjelaskan bahwa selama pertemuan tersebut, pihak Iran telah menyampaikan tuntutan dan harapan mereka secara jelas kepada pihak Pakistan.
Ia menambahkan bahwa pertukaran pesan juga kembali dilakukan hari ini, disertai dengan pertemuan bersama Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan dan Perdana Menteri. Menurutnya, seluruh pembicaraan tersebut mencerminkan penyampaian posisi dan tuntutan Iran secara terbuka dan transparan, dan hingga saat ini perundingan masih berlangsung.
Baghaei juga menegaskan bahwa Iran sedang menjalankan diplomasi dalam periode yang sangat luar biasa dalam sejarahnya. Ia menyatakan bahwa bagi Iran, diplomasi merupakan kelanjutan dari perjuangan, seraya menambahkan bahwa negara tersebut telah melewati lebih dari 40 hari dengan ketahanan tinggi yang didukung penuh oleh rakyatnya.
Ia menutup pernyataannya dengan mengatakan bahwa saat ini sedang berlangsung “pertempuran diplomatik jangka panjang”, dan ia meyakinkan rakyat Iran bahwa seluruh kemampuan dan potensi dikerahkan untuk mempertahankan pencapaian serta menjaga kedaulatan negara.
Perkembangan terkait perundingan
Dalam konteks ini, kantor berita IRNA melaporkan bahwa berdasarkan konsultasi intensif di Islamabad, kemajuan dalam pembicaraan, serta berkurangnya serangan Israel dari Beirut hingga wilayah selatan Lebanon—yang dianggap sebagai indikasi kemajuan dalam pelaksanaan gencatan senjata—serta penerimaan pihak Amerika untuk membebaskan aset Iran, maka diputuskan untuk memulai perundingan resmi antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad guna menyelesaikan rincian akhir dari berbagai isu tersebut.
Namun demikian, Iran menilai bahwa gencatan senjata di Lebanon belum sepenuhnya dilaksanakan, dan Amerika Serikat berkewajiban untuk memaksa Israel agar mematuhi komitmen tersebut.
Delegasi Iran menegaskan bahwa mereka akan terus menindaklanjuti isu ini secara serius, baik melalui mediator Pakistan maupun dalam ruang perundingan.
Sikap Iran terhadap Amerika
Delegasi Iran juga menyatakan sikap pesimistis terhadap pihak Amerika, dengan mempertimbangkan pengalaman sebelumnya terkait ketidakpatuhan Amerika dalam berbagai perundingan.
Meski demikian, Iran tetap berpartisipasi dalam putaran pembicaraan ini dengan mediasi Pakistan.


