Stockholm, Purna Warta – Para pengunjuk rasa pro-Palestina kembali menggelar aksi di ibu kota Swedia, Stockholm, untuk mengecam serangan Israel yang menargetkan warga Palestina di Jalur Gaza meski gencatan senjata telah diberlakukan.
Para pengunjuk rasa berjalan melalui jalan-jalan Stockholm sambil menuntut dihentikannya kekejaman Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza. Beberapa dari mereka membawa bendera Palestina dan poster protes.
Dalam aksi tersebut, aktivis Palestina-Swedia Rana Kadri menyatakan bahwa serangan Israel semakin memperparah krisis kemanusiaan di Gaza.
“Bayi-bayi Palestina di Gaza meninggal bukan karena cuaca yang ekstrem dingin, tetapi karena pasukan rezim Israel terus memblokir masuknya barang-barang penting dan bantuan kemanusiaan seperti obat-obatan, pakaian, dan selimut,” kata Kadri.
Sejak Israel melancarkan perang genosida di Gaza pada Oktober 2023, lebih dari 71.000 warga Palestina telah tewas akibat serangan pasukan pendudukan. Selain itu, lebih dari 171.000 warga Palestina terluka dalam perang menghancurkan tersebut yang telah membuat Gaza porak-poranda.
Mayoritas korban dari kekerasan brutal ini adalah wanita dan anak-anak.
Meski gencatan senjata dimulai pada 10 Oktober, pasukan rezim Israel tetap menargetkan warga Palestina, menewaskan hampir 500 orang tambahan dan melukai 1.313 lainnya di Gaza, menurut Kementerian Kesehatan wilayah Palestina.


