Pengamat Nilai Penghapusan Ambang Batas Parlemen Lebih Demokratis, Respons Usulan NasDem 7 Persen

Jakarta, Purna Warta – Menanggapi usulan Partai NasDem yang menginginkan kenaikan ambang batas parlemen menjadi 7 persen, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, justru memiliki pandangan berbeda. Menurutnya, demokrasi Indonesia akan jauh lebih maju apabila ambang batas parlemen sama sekali dihapuskan.

“Zero threshold itu jauh lebih demokratis karena tidak menghilangkan suara rakyat. Ambang batas parlemen itu secara substansi sangat zalim secara demokrasi, karena begitu banyak suara rakyat terbuang sia-sia,” kata Adi Prayitno saat dihubungi, Rabu (25/2/2026).

Adi kemudian menyoroti fenomena banyaknya suara rakyat yang hilang, yaitu suara yang diberikan kepada partai-partai yang gagal melenggang ke parlemen. Ia menegaskan bahwa suara yang hilang tersebut sejatinya merupakan representasi aspirasi masyarakat yang tak terakomodasi.

“Jadi, suara partai non parlemen itu hangus gara-gara ambang batas. Padahal, orang yang pilih partai yang dinyatakan tak lolos parlemen itu juga rakyat, mereka punya aspirasi,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *