Jakarta, Purna Warta – Menteri Haji dan Umrah RI, Irfan Yusuf (Gus Irfan), mengungkapkan bahwa proses penerbitan visa bagi jemaah haji tahun 1447 Hijriah telah mencapai lebih dari 95 persen. Capaian ini menjadi indikasi kesiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 yang semakin matang.
“Penerbitan visa juga telah mencapai lebih dari 95 persen,” jelas Gus Irfan dikutip dari siaran pers, Jumat (27/3/2026).
Dalam rangka memastikan kualitas layanan bagi para jemaah, Kementerian Haji dan Umrah juga telah menjalin kerja sama dengan pihak syarikah di Arab Saudi. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan serta kelancaran selama proses ibadah berlangsung.
“Distribusi kartu Nusuk yang akan diterima jemaah saat di embarkasi,” tuturnya.
Gus Irfan juga mengimbau seluruh calon jemaah untuk memaksimalkan pelaksanaan manasik haji sebagai bekal utama. Hal ini penting agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan tertib, aman, dan sesuai dengan tuntunan syariat.
Pada penyelenggaraan haji tahun 2026, pemerintah mengusung tagline “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan” sebagai bentuk komitmen terhadap pelayanan yang inklusif.
“Kami memastikan layanan yang inklusif, aman, dan nyaman bagi seluruh jemaah, khususnya lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan anugerah yang tidak dimiliki oleh semua orang, sehingga harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
“Bapak dan Ibu adalah orang-orang yang beruntung. Manasik ini menjadi bekal penting agar ibadah dapat dilaksanakan dengan benar, disiplin, dan penuh kebersamaan,” ungkapnya.
Di tengah dinamika situasi global, Gus Irfan mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendoakan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini agar tetap berjalan aman dan tertib.
“Kita semua berharap situasi di Timur Tengah tetap kondusif sehingga pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” tuturnya.


