Jakarta, Purna Warta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan mulai April 2026, seluruh badan usaha atau SPBU swasta harus melakukan pembelian solar secara Business to Business (B2B) dengan Pertamina. Langkah ini menyusul target setop impor solar pada tahun ini.
Baca juga: Pemerintah Atur Ulang Distribusi LPG 3 Kg dengan Aturan Baru: Wajib KTP dan Satu Harga
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan pihaknya telah bersurat kepada seluruh badan usaha swasta agar menggunakan impor solar hingga Maret 2026.
“Kita bersurat ke seluruh badan usaha. Kita sampaikan 2026 ini sampai dengan Maret 2026, kita masih menggunakan kuota (impor solar) 2025. Tapi sisanya setelah April ke atas segera dapat melakukan B2B dengan Pertamina untuk solar,” ujar Laode dalam unggahan podcast di akun Youtube Kementerian ESDM, Minggu (8/2/2026).
Kebijakan yang membatasi keran impor bagi swasta ini tentu berpotensi menimbulkan resistensi. Namun, Laode menyebut hingga saat ini belum ada penolakan dari pihak swasta. Ia menyebut justru pihak swasta meminta bantuan pemerintah agar memfasilitasi pertemuan dengan Pertamina.
“Responsnya ada yang minta kita fasilitasi. Jadi mungkin mereka masih malu-malu ketemu (Pertamina), minta difasilitasi oleh kita,” tambah Laode.
Sebelumnya, Laode menyampaikan pihaknya pun telah melakukan sosialisasi kepada seluruh pemilik badan usaha terkait kebijakan pembelian solar SPBU swasta ke Pertamina.
Ia juga meminta Pertamina untuk menyiapkan segala sesuatunya agar berjalan dengan lancar. Sehingga nantinya pada pelaksanaannya tidak ada lagi gangguan pasokan di SPBU swasta.
Baca juga: Prabowo Tegaskan Komitmen Pemberantasan Korupsi: “Saya Tidak Akan Mundur Setapak Pun”
“Pada saat transisi ini, Pertamina harus menyediakan loading port yang memadai. Kemudian kargonya juga seperti apa dan dimatchingkan juga dengan beberapa volume yang dipesan oleh masing-masing badan usaha ini. Jadi pada bulan April nanti sudah tidak ada lagi krisis-krisis yang terjadi. Jadi sekarang kita mitigasi semua,” ujarnya saat ditemui di kantornya.


