Al-Quds, Purna Warta – Menteri Luar Negeri (Menlu) dan Urusan Ekspatriat Palestina, Varsen Aghabekian Shahin, menyampaikan apresiasi kepada negara-negara yang telah mengakui Negara Palestina atau sedang mempersiapkan langkah tersebut, serta mendorong lebih banyak negara lain untuk melakukan hal serupa.
Baca juga: Israel Lakukan Serangan Darat Baru ke Selatan Suriah Meski Ada Pembicaraan dengan HTS
“Sejumlah negara akan segera mendeklarasikan pengakuannya,” ujarnya dalam konferensi pers di Ramallah, Tepi Barat tengah yang diduduki Israel, pada Minggu. “Ini akan menjadi pesan yang sangat penting. Di atas segalanya, ini adalah pesan harapan bagi rakyat Palestina, pesan harapan bagi sebuah negara yang merdeka, berdaulat, dan independen.”
Menlu Palestina itu menegaskan bahwa pengakuan terhadap Negara Palestina berarti bahwa “Israel tidak memiliki kedaulatan atas wilayah negara kami.”
Ia menyerukan kepada negara-negara yang masih “ragu” untuk menyusul langkah negara-negara yang siap memberikan pengakuan, sambil menegaskan bahwa “suara rakyat Palestina akan terdengar lantang dan jelas di dalam dinding Perserikatan Bangsa-Bangsa” pada sidang Majelis Umum PBB (UNGA) di New York pekan ini.
“Seluruh dunia berdiri bersatu mendukung perjuangan Palestina,” kata Aghabekian. “Pendudukan Israel adalah akar dari segala kejahatan di kawasan ini.”
Pada musim semi 2024, sejumlah negara Eropa dan Karibia, termasuk Barbados, Irlandia, Jamaika, Norwegia, dan Spanyol, secara resmi mengakui Negara Palestina. Saat itu, Perdana Menteri Irlandia Simon Harris menyerukan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu “untuk mendengarkan dunia dan menghentikan bencana kemanusiaan yang kita saksikan di Gaza.”
Baru-baru ini, Australia, Belgia, Kanada, dan Prancis juga mengumumkan rencana untuk mengakui Negara Palestina.
Sementara itu, Inggris menyatakan akan memberikan pengakuan dengan syarat jika Israel tidak memenuhi sejumlah kriteria, termasuk menyetujui gencatan senjata di Gaza.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam keras seruan pengakuan tersebut.
Prancis dan Arab Saudi dijadwalkan menjadi tuan rumah bersama pertemuan mengenai pengakuan Palestina di sela-sela UNGA pada 22 September di New York.
Baca juga: Lebih dari 90 Warga Palestina Tewas saat Israel Tingkatkan Genosida di Gaza
Hingga April tahun ini, sekitar 147 negara, atau mewakili 75 persen anggota PBB, telah mengakui kenegaraan Palestina.


