Menhaj Pastikan Persiapan Haji 2026 Rampung, Keberangkatan Tetap Sesuai Jadwal di Tengah Gejolak Timur Tengah

Jakarta, Purna Warta – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Irfan Yusuf atau Gus Irfan, menyampaikan bahwa seluruh persiapan pemberangkatan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 telah rampung, meskipun kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah masih bergejolak.

“Semua persiapan di Saudi juga sudah selesai. Hari ini Wakil Menteri Haji sedang berada di Saudi juga untuk memastikan semua persiapan-persiapan itu. Alhamdulillah semua berjalan dengan baik,” kata Irfan di Menara Kompas, Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Ia mengakui adanya kekhawatiran di kalangan calon jemaah haji terkait situasi global yang dinamis, khususnya di Timur Tengah. Namun demikian, pemerintah terus memastikan seluruh aspek penyelenggaraan ibadah haji berjalan dengan baik.

Irfan juga mengungkapkan bahwa Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar, saat ini tengah berada di Tanah Suci untuk memastikan kesiapan teknis di lapangan, mulai dari akomodasi hingga layanan jemaah.

Menurutnya, hampir seluruh proses administrasi telah selesai, termasuk penerbitan visa haji bagi jemaah Indonesia yang kini telah mendekati 100 persen.

“Kami berharap situasinya juga masih seperti ini, tidak terganggu dengan persiapannya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menhaj menegaskan bahwa jadwal keberangkatan jemaah haji Indonesia masih sesuai dengan rencana awal dan tidak mengalami perubahan.

“Kami harapkan tanggal 21 April jemaah haji kloter pertama sudah masuk asrama haji, tanggal 22 berangkat ke tanah suci,” imbuhnya.

Selain kesiapan teknis, Irfan juga menyoroti pentingnya aspek logistik sebagai bagian dari keselamatan dan kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Jemaah haji aman tapi makanannya enggak tercapaikan juga artinya enggak selamat juga, enggak aman juga. Itu menjadi pertimbangan kami juga untuk memastikan bahwa logistik jemaah haji bisa terpenuhi semuanya,” tegasnya.

Di sisi lain, ia tidak menampik adanya tantangan dari faktor eksternal, seperti kenaikan harga avtur yang dipicu konflik geopolitik di Timur Tengah. Hal ini berpotensi memengaruhi biaya operasional, termasuk tiket penerbangan.

“Kemungkinan potensi tambahan biaya memang ada. Misalkan hari ini avtur sudah naik, walaupun kita sudah berkontrak dengan maskapai penerbangan beberapa bulan lalu,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa potensi kenaikan biaya juga dipengaruhi oleh kemungkinan perubahan rute penerbangan yang membutuhkan waktu tempuh lebih lama.

“Otomatis memerlukan tambahan biaya. Tapi InsyaAllah kita akan berusaha keras tidak perlu menambah biaya ke jemaah. Kamu upayakan sumber-sumber lain yang mungkin masih bisa kita upayakan nantinya,” tuturnya.

Sebagai penutup, Irfan menegaskan bahwa Kementerian Haji dan Umrah terus memantau perkembangan situasi global sesuai arahan Presiden RI, guna menjamin keselamatan dan kelancaran pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

“Mudah-mudahan semua on schedule sehingga berita-berita yang mengatakan ada perubahan, ada ketidakberangkatan dan sebagainya, mudah-mudahan tidak terbukti nantinya,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *