Kemlu dan KBRI Teheran Jalin Komunikasi dengan WNI Usai Serangan Israel ke Iran

Jakarta, Purna Warta – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran, Iran, terus memantau perkembangan situasi pascaserangan militer Israel terhadap fasilitas nuklir dan militer Iran. Sebagai langkah perlindungan warga negara, Kemlu RI memastikan komunikasi intensif telah dilakukan dengan WNI di Iran.

Baca juga: Presiden Prabowo Umumkan Kenaikan Gaji Hakim hingga 280% untuk Perkuat Sektor Hukum

“KBRI Tehran saat ini sedang menjalin komunikasi dengan para WNI di Iran untuk mengetahui kondisi dan keselamatan mereka. KBRI Tehran mencatat terdapat 383 WNI yang menetap di Iran,” tulis Kemlu RI melalui akun X resminya pada Jumat (13/6/2025).

Guna mengantisipasi kondisi yang berpotensi memburuk, Kemlu dan KBRI Teheran telah menyiapkan rencana kontingensi pelindungan bagi WNI. Bahkan, sejak Juli 2024, status keamanan telah dinaikkan menjadi Siaga 2.

“Bagi para WNI di Iran yang mengalami situasi kedaruratan agar segera menghubungi hotline KBRI Tehran di nomor +989024668889,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Israel melancarkan serangan besar ke pusat Kota Teheran hari ini, yang menyasar fasilitas militer dan nuklir strategis. Serangan tersebut memicu kemarahan Pemerintah Iran dan memicu peringatan balasan dari pemimpin tertinggi negara tersebut.

Dilaporkan oleh Aljazeera, kantor berita resmi Iran (IRNA) telah menerbitkan pernyataan resmi dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Dalam pernyataannya, Khamenei menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan Israel.

Baca juga: Menkomdigi Tegaskan Pentingnya Akses Internet untuk Wujudkan Transformasi Digital di Daerah 3T

“Rezim Zionis, pada dini hari ini, membuka tangannya yang kotor dan berdarah untuk melakukan kejahatan di negara kita tercinta dan memperlihatkan sifat jahatnya lebih dari sebelumnya dengan menyerang pusat-pusat permukiman,” kata Khamenei.

Ia menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Iran tidak akan tinggal diam terhadap serangan tersebut. Beberapa tokoh penting militer dan ilmuwan nuklir Iran dilaporkan menjadi korban.

“Dengan kejahatan ini, rezim Zionis mempersiapkan diri untuk dirinya sendiri nasib yang pahit dan menyakitkan, dan itu pasti akan menerimanya,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *