Kelompok Advokasi: Israel Terus Menyiksa 2.000 Tahanan Asal Gaza Meski Ada Gencatan Senjata

Abductet

Sebuah kelompok pembela hak-hak tahanan Palestina menyatakan bahwa hampir 2.000 warga Palestina yang diculik dari Jalur Gaza dan kini ditahan di penjara serta pusat-pusat penahanan Israel masih terus mengalami penyiksaan dan perlakuan buruk, meskipun gencatan senjata telah diberlakukan sejak 10 Oktober tahun lalu.

Kantor Media Asra dalam pernyataannya pada Jumat menyebutkan bahwa para tahanan tersebut merupakan bagian dari lebih dari 14.000 orang yang diculik selama kampanye militer genosida Israel di wilayah pesisir Gaza.

Pernyataan tersebut menyoroti kondisi yang sangat memprihatinkan di penjara-penjara Israel, termasuk Ofer, Naqab, Sde Teiman, dan Rakefet. Banyak tahanan dipaksa menjalani masa penahanan yang panjang tanpa selimut maupun kasur, yang semakin memperparah penderitaan mereka, terutama selama musim dingin yang ekstrem.

Kelompok advokasi itu juga mengungkap praktik kelaparan yang disengaja, di mana para tahanan hanya diberikan jatah makanan yang sangat terbatas dan bahkan tidak memenuhi kebutuhan gizi dasar. Kondisi ini menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan serta memburuknya kondisi kesehatan, khususnya bagi mereka yang sudah sakit atau terluka.

Sejumlah laporan juga menunjukkan adanya pelanggaran serius lainnya, termasuk larangan salat berjamaah, pembatasan akses terhadap Al-Qur’an, pembatasan waktu keluar sel, serta pelarangan mandi dan penggunaan perlengkapan kebersihan. Tindakan-tindakan tersebut telah menyebabkan meningkatnya kasus penyakit kulit yang parah di kalangan para tahanan.

Kantor Media Asra memastikan bahwa setidaknya 51 tahanan asal Gaza yang telah teridentifikasi meninggal dunia dalam tahanan sejak 7 Oktober 2023. Sementara itu, banyak lainnya masih tidak diketahui keberadaannya akibat penghilangan paksa, dan ratusan orang diklasifikasikan sebagai “kombatan ilegal”.

Kantor Media Asra mendesak adanya intervensi internasional segera untuk menjamin pembebasan para tahanan asal Gaza, menghentikan pelanggaran yang terus berlangsung, memfasilitasi kunjungan internasional independen, serta memastikan pertanggungjawaban Israel berdasarkan hukum internasional.

Kondisi penahanan warga Palestina oleh Israel dinilai sangat mengkhawatirkan, ditandai dengan buruknya standar kebersihan. Selain itu, para tahanan terus menghadapi penyiksaan, perlakuan tidak manusiawi, dan penindasan sistematis.

Para tahanan Palestina berulang kali melakukan mogok makan berkepanjangan sebagai bentuk protes terhadap penahanan yang mereka anggap tidak adil.

Organisasi-organisasi hak asasi manusia menegaskan bahwa Israel terus melanggar hak dan kebebasan para tahanan sebagaimana dijamin dalam Konvensi Jenewa Keempat dan hukum internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *