Jakarta, Purna Warta – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menggandeng Gubernur Shizuoka, Suzuki Yasutomo, dalam upaya memperkuat kerja sama konservasi komodo melalui pendekatan diplomasi lingkungan.
Baca juga: Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz Menuju Tahap Operasional
Penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara kedua pihak dilakukan di Shizuoka, Jepang, sebagai langkah konkret kolaborasi internasional di bidang pelestarian keanekaragaman hayati.
“Ini adalah bagian dari green diplomacy atau diplomasi hijau, kita berharap kita berbagi tanggung jawab, berbagi kerja sama untuk mengatasi masalah iklim bagaimana menjaga hutan kita lebih baik, konservasi dan juga kekayaan keanekaragaman hayati yang lebih baik,” ujar Raja Juli, dalam keterangannya, Sabtu (28/3/2026).
Kerja sama ini dipandang sebagai bentuk diplomasi hijau yang tidak hanya mempererat hubungan bilateral Indonesia–Jepang, tetapi juga memastikan kelestarian spesies ikonik Indonesia, yaitu Komodo.
Dalam implementasinya, program breeding loan atau pinjaman pembiakan komodo akan dilakukan dengan menempatkan satwa tersebut di iZoo yang berlokasi di Kawazu, Prefektur Shizuoka. Fasilitas ini dikenal sebagai salah satu kebun binatang reptil dan amfibi terbesar di Jepang.
Raja Juli berharap kehadiran komodo di Jepang dapat meningkatkan promosi kekayaan biodiversitas Indonesia sekaligus menarik minat masyarakat Jepang untuk mengunjungi habitat aslinya di Pulau Komodo.
Ia juga menegaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara tropis terbesar di dunia dengan kawasan hutan yang luas serta kekayaan hayati yang sangat beragam dan tak tergantikan.
“Komodo adalah salah satu binatang yang flagship yang ada di Indonesia, diantara banyak satwa-satwa lain di Indonesia seperti gajah, harimau dan lain sebagainya,” tutur dia.
Melalui kolaborasi ini, Indonesia juga berharap dapat mempelajari pengalaman Jepang dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan industri dan pelestarian lingkungan.
Selain itu, muncul pula gagasan untuk memperluas kerja sama ke sektor pariwisata dan konservasi kawasan pegunungan, termasuk kemungkinan menjadikan Gunung Fuji dan gunung-gunung di Indonesia sebagai sister park.
“Saya berharap ke depan kita bisa berbincang tentang kemungkinan untuk menjadikan Gunung Fuji dengan gunung yang lain yang ada di Indonesia sebagai sister park,” ujar Raja Juli.
“Saya sudah pernah ke Gunung Fuji beberapa tahun yang lalu, namun besok saya rencana akan kembali ke Gunung Fuji untuk belajar lebih detailtentang bagaimana pemerintah Shizuoka dan wali kota terkait mengelola Taman Nasional Gunung Fuji yang luar biasa,” sambung dia.


