Jakarta, Purna Warta – Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattiri, menegaskan peran signifikan Indonesia di Board of Peace (BoP) dalam memperjuangkan kembalinya otoritas Palestina ke Jalur Gaza. Menurutnya, Indonesia menjadi negara yang paling vokal mengupayakan hal tersebut di forum internasional.
“Saya tahu bahwa Indonesia meminta negara-negara lain agar polisi Palestina dapat masuk ke Gaza untuk menjaga rakyat mereka (Palestina) dan banyak negara Arab meminta Amerika Serikat agar mengizinkan polisi Palestina masuk Gaza untuk melindungi dan mengurus masyarakat mereka (Palestina),” ujar Abdulfattah dalam acara Iftar Kedutaan Besar Palestina di Jakarta, Jumat (27/2) malam, seperti dilansir Antara, Sabtu (28/2/2026).
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa tidak ada pihak yang lebih berhak menjaga keamanan dan keselamatan rakyat Palestina selain bangsa Palestina sendiri, serta negara-negara sahabat yang memiliki integritas seperti Indonesia. “Tidak ada yang dapat menjaga rakyat Palestina selain bangsa Palestina sendiri dan orang-orang jujur di dunia seperti rakyat Indonesia,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dubes Abdulfattah juga menyampaikan dua aspirasi utama rakyat Palestina pascakonflik di Gaza, yakni penghentian perang dan terciptanya kehidupan yang bermartabat di wilayah tersebut.
“Rakyat saya membutuhkan air, obat-obatan, sekolah, dan universitas. Negara mana pun dapat mendukung rakyat saya di Gaza dan masuk ke sana untuk memberikan bantuan kepada rakyat Gaza,” katanya.
Ia pun menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan kuat yang konsisten diberikan Indonesia kepada rakyat Palestina. Bantuan tersebut dinilai sangat krusial untuk membantu mereka bertahan dan melanjutkan kehidupan di tanah kelahiran mereka di tengah situasi yang penuh tantangan.
“Kami bangga Indonesia mendukung rakyat Palestina. Rakyat kami tidak bisa hidup di Gaza dan melanjutkan perjuangan tanpa dukungan pihak lain. Ini adalah dukungan besar untuk melanjutkan perjuangan kami dan tetap berada di tanah kami di Gaza,” ucapnya.
Meski situasi di Gaza disebutnya sangat mengerikan dengan terus terjadinya pembunuhan setiap hari, Abdulfattah menegaskan bahwa rakyat Palestina bertekad bulat untuk tidak meninggalkan tanah mereka.
“Kami tidak punya apa-apa karena pasukan Israel telah menghancurkan lebih dari 85 persen perumahan kami,” katanya menambahkan.
Di akhir pernyataannya, ia mengajak masyarakat dunia untuk menyaksikan sendiri kegigihan dan tekad perjuangan rakyat Palestina. Semangat itu, menurutnya, tercermin dari generasi penerus bangsa yang akan terus berjuang hingga cita-cita kemerdekaan tercapai.
“Lihatlah mata anak-anak kami. Kalian akan tahu bahwa rakyat Palestina akan terus berjuang untuk melihat Palestina merdeka. Palestina akan merdeka. Insyaallah,” pungkasnya.


