AHY Ungkap Proyek Giant Sea Wall Jakarta Butuh Rp 123 Triliun, Penanganan Harus Menyeluruh

Jakarta, Purna Warta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memaparkan besarnya kebutuhan anggaran proyek tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) yang dirancang membentang dari Cilegon, Banten, hingga Gresik, Jawa Timur. Hanya untuk wilayah Jakarta, anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 123 triliun.

Baca juga: PT Dirgantara Indonesia Perkenalkan Taksi Terbang Vela Alpha dan Intercrus Sola, Siap Komersial pada 2028

“Kalau ditanya berapa, kurang lebih studi yang pernah kami lakukan di waktu sebelumnya adalah kurang lebih US$ 8 miliar, Rp 123 triliun itu hanya untuk wilayah Jakarta, kurang lebih 41 km,” kata AHY di sela acara International Conference on Infrastructure (ICI) di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (11/6/2025).

Menurut AHY, proyek besar ini mendapat perhatian dari banyak investor, bahkan ada yang menunjukkan keseriusan tinggi untuk terlibat. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah belum akan mengambil keputusan secara tergesa-gesa.

“Proyek besar semacam Giant Sea Wall ini menjadi salah satu yang kita bahas karena cukup banyak yang bukan hanya tertarik, tetapi juga benar-benar serius ingin masuk ke proyek tersebut. Tentunya masih terus kita pelajari karena ini ruang yang terbuka untuk semua, kita tidak ingin cepat-cepat menyimpulkan karena sekali lagi ini adalah proyek besar,” ucap AHY.

Lebih lanjut, AHY menekankan bahwa pembangunan Giant Sea Wall saja tidak cukup untuk menyelesaikan masalah banjir dan rob. Penanganan harus dilakukan dari hulu ke hilir, dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang saling terhubung.

Ia menyebutkan bahwa banjir rob, kenaikan muka air laut, serta penurunan muka tanah akibat eksploitasi air tanah adalah masalah yang harus ditangani secara sistemik.

“Jadi hulu ke hilir ini harus kita bereskan. Harus ada sentuhan infrastruktur dasar, infrastruktur yang sekali lagi bisa meningkatkan kapasitas tampungan air hujan misalnya untuk normalisasi sungai, di powder-powder yang dibangun, embung-embung yang sekali lagi bisa mencegah terjadinya banjir kiriman dari wilayah hulu,” terang dia.

Baca juga: Indonesia Catat Lonjakan 237% Pendaftaran Kursus Generative AI, Ungguli Rata-Rata Global dan Asia Pasifik

Di samping itu, AHY juga menyoroti pentingnya infrastruktur air bersih. Ketersediaan air bersih yang cukup dinilai penting untuk mengurangi eksploitasi air tanah dan mencegah penurunan permukaan tanah lebih lanjut.

“Air bersih ini juga harus diperkuat untuk mencegah memburuknya penurunan permukaan tanah dan sekali lagi ini membutuhkan dukungan infrastruktur,” ucapnya.

Proyek Giant Sea Wall menjadi salah satu prioritas nasional yang tengah dikaji secara matang oleh pemerintah, tidak hanya sebagai solusi teknis, tetapi juga sebagai bagian dari upaya perlindungan lingkungan dan adaptasi perubahan iklim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *