Emmeril Khan Mumtadz atau lebih akrab disapa Erill hanyut saat berenang di Sungai Aare Swiss bersama dengan teman-teman dan adiknya.
Sampai saat ini Kepolisian Swiss, relawan, dan juga keluarga dari Kedutaan Besar Indonesia masih terus berusaha untuk menemukan Erill. Namun sudah lebih dari 4×24 jam Erill belum juga ditemukan.
Doa datang dari masyarakat Indonesia, melalui media sosial warganet memberikan semangat kepada keluarga Ridwan Kamil dan team SAR yang bertugas agar segera bisa menemukan Erill dalam keadaan sehat dan selamat tanpa kurang suatu apapun.
Netizen Indonesia berbondong-bondong memberikan bintang satu untuk sungai Aare Swiss, bahkan komentar negatif dan kritikan juga diberikan oleh warganet dalam bentuk ulasan di Google Maps.
Warganet Indonesia meminta agar keamanan sungai Aare Swiss diperketat, atau jika memang tidak bisa maka akan lebih baik jika sungai Aare Swiss tidak dijadikan sebagai tempat rekreasi atau ditutup saja.
Mendapatkan ulasan negatif dari netizen Indonesia, media Swiss juga menyoroti hal tersebut. Mereka memberikan tanggapan dengan akan terus memperbaiki keamanan sungai Aare Swiss dan meninjau kembali penyebab-penyebab terjadinya hal yang tidak diinginkan di sungai Aare.
Dilihat dari video yang beredar di media sosial, sungai Aare memang terlihat sangat indah dan menjadi salah satu ikon Swiss.
Bahkan UNESCO juga telah menjadikan sungai Aare sebagai warisan dunia, menjadi tempat yang paling sering dikunjungi saat musim panas baik oleh wisatawan lokal maupun Mancanegara.
Meskipun dikenal dengan keindahahan dan kebersihannya, sungai Aare juga cukup berbahaya GanSis.
Terhitung kurang lebih 20 orang dalam setahun yang tercatat hanyut dan meninggal dunia di sungai Aare Swiss setiap tahunnya.
Arus deras, dinginnya air sungai karena lelehan es, menjadi dua faktor yang paling besar membuat pengunjung hanyut dan celaka.