Putra terakhir Shah Iran yang kini hidup dalam pengasingan, Reza Pahlavi, menyampaikan pernyataan tegas setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap target di Iran, yang menurut Presiden AS Donald Trump dan beberapa pejabat asing termasuk dalam operasi yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Dalam pernyataannya, yang dikutip oleh media internasional, Pahlavi menyebut serangan tersebut sebagai “Tirani telah tumbang dan ini awal dari perayaan nasional besar.” Ia menyerukan kepada militer dan aparat keamanan Iran untuk tidak mempertahankan apa yang ia sebut sebagai rezim yang sedang runtuh, melainkan membantu memastikan transisi menuju “masa depan Iran yang bebas dan makmur.”
Pahlavi juga memuji peran Donald Trump dalam aksi militer itu, menyebutnya sebagai dukungan penting bagi perjuangan rakyat Iran.
Sementara itu, laporan media seperti Associated Press (AP) dan Reuters mencatat bahwa Trump telah menyatakan Khamenei tewas dalam operasi tersebut—serta beberapa sumber lain yang saat itu belum sepenuhnya diverifikasi oleh pihak Iran sendiri.
Sejumlah media lain melaporkan bahwa media pemerintah Iran kemudian mengonfirmasi kematian Khamenei. Pemerintah Iran telah menyatakan masa berkabung nasional selama 40 hari dan menetapkan beberapa hari libur resmi sebagai bentuk penghormatan terhadap pemimpin yang telah berkuasa lebih dari tiga dekade.
Sementara itu, The Guardian melaporkan bahwa situasi di Iran meningkat tegang setelah pengumuman resmi tersebut. Sejumlah kota dilaporkan berada dalam pengamanan ketat, sementara reaksi publik terbelah antara suasana berkabung dan respons politik dari kelompok oposisi.
Kematian Khamenei, yang memimpin Iran sejak 1989, berpotensi membuka babak baru dalam dinamika politik domestik dan geopolitik kawasan Timur Tengah. Para analis memperingatkan bahwa proses suksesi kepemimpinan akan menjadi faktor krusial dalam menentukan stabilitas Iran ke depan.
Perkembangan ini diperkirakan menjadi salah satu titik balik paling signifikan dalam sejarah modern Iran, dengan implikasi luas terhadap hubungan regional dan global.


