Menurut laporan Pars Today, sementara Amerika Serikat dengan menerapkan sanksi paling keras dan blokade ekonomi berusaha menundukkan bangsa Venezuela, Komisi Ekonomi PBB untuk Amerika Latin dan Karibia (CEPAL) dalam sebuah laporan menyatakan bahwa Venezuela berhasil melewati hambatan sanksi Washington dan mencatat tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan pada tahun 2025.
Komisi tersebut pada hari Selasa mengumumkan bahwa Venezuela dengan pertumbuhan 6,5 persen pada tahun 2025 berada di puncak tabel pertumbuhan ekonomi regional.
Laporan ini dianggap sebagai bukti nyata keberhasilan model “ekonomi perlawanan” pemerintah Bolivarian dalam menghadapi imperialisme.
Lebih lanjut, Venezuela pada tahun 2024 juga mencatat pertumbuhan mencolok sebesar 8,5 persen, dan dengan keberlanjutan pertumbuhan 6,5 persen pada tahun 2025, jauh melampaui rata-rata pertumbuhan kawasan yang hanya 2,3–2,4 persen.
Angka-angka ini menunjukkan bahwa ekonomi Venezuela tidak hanya bertahan dari konspirasi eksternal, tetapi juga sedang mengalami kebangkitan kembali.
Bagian lain dari laporan CEPAL menegaskan bahwa pemerintahan Nicolás Maduro berhasil mengendalikan inflasi.
Lembaga internasional tersebut mengakui bahwa inflasi di Venezuela dalam satu tahun turun lebih dari 87 persen, sehingga negara itu mampu keluar dari kondisi hiperinflasi (yang disebabkan oleh perang mata uang dari pihak musuh) dan mencapai tingkat inflasi yang dapat dikelola.
Pencapaian ini disebut sebagai salah satu keberhasilan makroekonomi paling penting dalam beberapa tahun terakhir.


