Mengutip laporan ParsToday dari ISNA, delegasi perundingan Iran dan Amerika Serikat dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, dan Utusan Khusus Presiden AS, Steve Witkoff.
Perundingan berlangsung dengan mediasi Menteri Luar Negeri Oman, Badr bin Hamad Al Busaidi. Putaran pertama dialog digelar sebelum tengah hari, sementara putaran kedua dimulai pada Jumat sore.
Dalam putaran pertama, Araghchi dan Witkoff masing-masing bertemu dan berdialog dengan Menteri Luar Negeri Oman. Pada awal putaran kedua, Araghchi kembali melakukan pertemuan dan konsultasi dengan Al Busaidi, disusul pertemuan Witkoff dengan Menlu Oman.
Menurut laporan tersebut, Jared Kushner, menantu Presiden AS Donald Trump, serta Jenderal Brad Cooper, Komandan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), turut hadir dalam delegasi Amerika.
Berdasarkan informasi yang beredar, pada putaran pertama perundingan, pihak Iran dan Amerika menyampaikan proposal serta pandangan masing-masing kepada Menteri Luar Negeri Oman. Pada putaran kedua, konsultasi dilanjutkan untuk membahas lebih lanjut pandangan dan usulan yang telah disampaikan.
Kementerian Luar Negeri Oman, usai putaran pertama perundingan, mengeluarkan pernyataan resmi yang menyebutkan bahwa pertemuan Araghchi dan Witkoff dengan Menlu Oman difokuskan pada upaya menciptakan kondisi yang kondusif bagi dimulainya kembali perundingan diplomatik dan teknis. Pernyataan tersebut juga menekankan pentingnya perundingan ini, mengingat komitmen semua pihak untuk menyukseskan dialog demi tercapainya keamanan dan stabilitas yang berkelanjutan.
Muscat menegaskan bahwa Menteri Luar Negeri Oman kembali menyampaikan komitmen negaranya untuk terus mendukung dialog serta mendekatkan pandangan para pihak. Oman juga menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan berbagai mitra guna mencapai solusi politik yang disepakati bersama dan sejalan dengan tujuan serta harapan yang ada.
Dalam putaran pertama perundingan, delegasi Iran dan Amerika berada di dua lokasi terpisah dan bertemu secara terpisah dengan Menteri Luar Negeri Oman. Namun, pada putaran kedua, kedua delegasi berada di satu lokasi yang sama, meski tetap menempati ruang terpisah, sementara Menlu Oman menjalankan perannya sebagai mediator dalam pertukaran pesan di antara kedua pihak.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi, pada Jumat (17 Bahman), menjelang dimulainya perundingan tidak langsung dengan Amerika Serikat di Muscat, menulis di akun media sosial X miliknya bahwa Iran memasuki dialog dengan itikad baik, namun tetap berdiri tegas dalam mempertahankan hak-haknya.


