Purna Warta – Kepolisian Senegal menangkap 14 orang dan berhasil membongkar jaringan yang mereka sebut sebagai jaringan pedofil transnasional yang dipimpin oleh seorang warga negara Prancis yang diidentifikasi sebagai Pierre Robert.
Baca juga: Sergei Lavrov: Amerika Menginginkan Kendali Penuh Atas Rute Energi Internasional
Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin lalu, kepolisian Senegal mengatakan bahwa para tersangka adalah warga negara Senegal dan dijadwalkan akan menjalankan sidang pada hari Jumat mendatang di pengadilan tinggi Senegal di Dakar atas tuduhan-tuduhan yang mencakup pedofilia, pemerkosaan anak dibawah 15 tahun, sodomi, mucikari seks dan penularan HIV secara sengaja.
Menurut divisi investigasi kriminal kepolisian Senegal, anggota jaringan kriminal ini yang telah beraksi sejak setidaknya 2017 melakukan operasi mereka di Senegal dan Prancis.
Grup kriminal ini berfokus di bidang yang mereka sebut sebagai “latihan seks” bagi anak laki-laki yang memaksa mereka untuk melakukan aksi seksual dengan pria dewasa yang terjangkit HIV lalu merekam aksi tersebut, ujar penyidik.
Para tersangka beroperasi berdasarkan arahan dari pemimpin mereka yaitu seorang warga negara Prancis bernama Pierre Robert yang pada April 2025 ditangkap di Beauvais, Prancis.
Empat dari tersangka mengatakan diberi perintah untuk bertindak sebagai “pelatih seks” dan mengaku melakukan kejahatan dan pelecehan ini dengan imbalan uang dari Robert.
Penangkapan dan pembongkaran jaringan ini berhasil dijalankan usai penggerebekan rumah para pelaku di kota Dakar dan Kaolack. Kepolisian Senegal mengatakan bahwa operasi penggerebekan tersebut dijalankan dengan kerjasama otoritas Prancis.
Baca juga: Sejumlah Perampok di Kanada Menyamar Menjadi Robin Hood di Tengah Melonjaknya Harga
Senegeal memiliki hukum tegas terhadap pelecehan anak-anak dengan hukuman penjara mulai dari 5 hingga 10 tahun untuk pelecehan terhadap anak-anak dibawah 16 tahun. Akan tetapi, Human Rights Watch dalam laporan 2018 mengatakan bahwa mekanisme penegakkan hukum dan investigasi tidak dijalankan secara konsisten.


