Purna Warta – Sejumlah perampok dengan berbusana Robin Hood menjarah sejumlah toko di Montreal, Kanada pada Selasa malam dan membagikan hasil rampokan mereka sebagai bentuk protes akan melonjaknya harga-harga bahan pangan. Beberapa minggu sebelumnya, grup yang sama melakukan aksi serupa dengan berbusana Santa.
Baca juga: Laporan Keamanan Tahunan Eropa Menyebut Trump Sebagai Pria Penghancur
Sebuah organisasi aktivis yang menyebut diri mereka sebagai “Robins des Ruelles” (Robin-Robin dari jalanan) mengatakan sekitar 60 orang, sebagian menggunakan pakaian ala Robin Hood memasuki toko Rachelle Bery lalu mengambil makanan yang ada tanpa membayar kemudian mendistribusikan makanan-makanan tersebut ke banyak komunitas. Mereka mengklaim aksi tersebut sebagai “aksi politik” melawan inflasi pangan.
Para perampok melakukan hal yang serupa dengan yang mereka lakukan bulan Desember lalu ketika mereka menjarah sebuah toko di Montreal dengan berpakaian Santa. Mereka mencuri makanan-makanan dan meninggalkan sebuah hadiah di toko tersebut yang diletakkan di bawah sebuah pohon natal.
Biaya hidup di Kanada dimana inflasi melonjak 4,7% sejak November 2024 hingga November 2025 menjadi topik utama pembicaraan dimana-mana. “Setiap hari kami bekerja tanpa kenal lelah hanya untuk bisa membeli makanan di supermarket” ujar Robins des Ruelles.
Salah satu anggota grup tersebut mengatakan “ketika memiliki dua pekerjaan sekaligus masih tidak mampu untuk makan, memiliki atap di atas kepala dan untuk merawat keluarga, semua jalan menjadi dibenarkan”.
Baca juga: Akibat Dokumen Epstein, Keluarga Kerajaan Norwegia Terancam Terpecah-Belah
Penanggungjawab relasi media Kepolisian Montreal, Jean-Pierre Brabant mengatakan kepada CNN bahwa kepolisian membukan investigasi berkaitan dengan pencurian dan graffiti pada hari Rabu. Tidak ada yang terluka dalam kejadian tersebut, ujar Brabant.
“Berkenaan dengan jumlah uang atau jumlah barang yang dicuri, kami tidak memiliki jumlahnya” ujar Brabant. Ia memperkirakan jumlah total nilai barang yang dicuri mencapai ribuan dolar, sama seperti yang dirilis oleh Robin des Ruelles.


