Stockholm, Purna Warta – Menurut laporan Anadolu, para demonstran Swedia yang berkumpul atas seruan sejumlah organisasi masyarakat sipil membawa berbagai poster bertuliskan, “Segera akhiri pendudukan Palestina,” “Hentikan genosida dan blokade,” “Izinkan masuknya bantuan kemanusiaan,” serta “Israel harus mematuhi perjanjian damai.”
Baca juga: Demonstrasi Besar-besaran Anti-Netanyahu Kembali Mengguncang Israel
Para pengunjuk rasa juga mendesak pemerintah Swedia agar memberlakukan sanksi militer menyeluruh terhadap Israel sebagai respons atas pelanggaran yang terus berlanjut di wilayah Palestina.
Berdasarkan data resmi, sejak 7 Oktober 2023 hingga kini, lebih dari 71.000 warga Palestina telah gugur di Jalur Gaza, sementara lebih dari 171.000 orang lainnya mengalami luka-luka akibat agresi militer Israel.
Sementara itu, Direktur Kompleks Medis Al-Shifa di Jalur Gaza memperingatkan terjadinya keruntuhan sistem kesehatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan bersifat sistematis. Ia menyatakan bahwa akibat penghancuran infrastruktur vital serta berlanjutnya blokade oleh pasukan pendudukan, lebih dari 20.000 pasien dan korban luka berada di ambang kematian.
Baca juga: Sejumlah Warga Palestina Terluka dalam Serangan Terkoordinasi Pemukim di Seluruh Tepi Barat
Ia menambahkan bahwa hingga kini, lebih dari 3.300 pasien telah meninggal dunia saat menunggu proses evakuasi medis ke luar Gaza.
Agresi militer rezim Zionis terhadap Jalur Gaza—yang dilakukan dengan dukungan Amerika Serikat—tidak hanya menyebabkan pembantaian terhadap warga Palestina, tetapi juga menimbulkan kehancuran luas. Sekitar 90 persen infrastruktur Gaza dilaporkan telah hancur, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan biaya rekonstruksi kerusakan tersebut mencapai sekitar 70 miliar dolar AS.


