UNICEF: Israel Tewaskan 37 Anak Palestina dalam Serangan ke Gaza Sepanjang Tahun Ini

Killed

New York, Purna Warta – Badan PBB untuk anak-anak, UNICEF, menyatakan bahwa sedikitnya 37 anak Palestina telah tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza sejak awal tahun 2026.

Baca juga: Doctors Without Borders Peringatkan Larangan Israel Membahayakan Jalur Kehidupan Penting Gaza

Dalam pernyataan yang dirilis pada Jumat, Direktur Regional UNICEF untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Edouard Beigbeder, mengatakan bahwa situasi bagi banyak anak di Gaza tetap “sangat genting dan mematikan”, meskipun terdapat gencatan senjata yang rapuh yang mengakhiri perang genosida Israel di wilayah yang diblokade tersebut pada Oktober lalu.

“Anak-anak terus mengalami serangan udara dan terdampak oleh runtuhnya sistem kesehatan, air bersih, dan pendidikan,” ujarnya.

“Sejak awal tahun ini, 37 anak dilaporkan tewas di seluruh Jalur Gaza,” tambahnya.

Pejabat PBB tersebut juga menekankan pentingnya gencatan senjata di Gaza tetap dipertahankan agar penderitaan anak-anak Gaza dapat diakhiri.

Pada Januari, juru bicara UNICEF James Elder menyatakan bahwa lebih dari 100 anak Palestina—termasuk 60 anak laki-laki dan 40 anak perempuan—telah tewas di seluruh Gaza sejak gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober 2025.

Ia menegaskan bahwa angka tersebut masih lebih rendah dari jumlah sebenarnya, karena korban jiwa anak-anak Palestina diperkirakan jauh lebih tinggi.

“Kehidupan di Gaza masih terasa mencekik. Bertahan hidup masih bersyarat. Meskipun pengeboman dan penembakan melambat selama gencatan senjata, hal itu tidak sepenuhnya berhenti,” kata Elder.

Sementara itu, Elder juga menyoroti dampak dahsyat dari serangan brutal Israel terhadap sektor pendidikan di Gaza, di mana sekitar 90 persen sekolah telah rusak atau hancur, sehingga lebih dari 700.000 anak kehilangan akses rutin terhadap pendidikan.

Kesepakatan gencatan senjata Gaza antara kelompok perlawanan Hamas dan Israel mulai berlaku pada 10 Oktober 2025. Tahap pertama mencakup pertukaran tawanan Israel dengan warga Palestina yang ditahan, serta penarikan pasukan pendudukan ke garis yang disebut sebagai yellow line.

Baca juga: Jenderal: Israel Hadapi Ancaman Eksistensial Runtuh dari Dalam Sebelum Usia Seabad

Namun sejak saat itu, Israel terus melakukan pengeboman di Gaza dan memperluas pendudukannya atas wilayah yang diblokade tersebut, melanggar kesepakatan gencatan senjata dan menewaskan sedikitnya 576 warga Palestina serta melukai 1.543 lainnya.

Tahap kedua, yang diumumkan bulan lalu, mencakup penarikan bertahap tentara Israel serta pengerahan pasukan internasional ke Jalur Gaza.

Israel melancarkan perang genosida di Gaza sejak 7 Oktober 2023, namun gagal mencapai tujuan yang dideklarasikannya meskipun telah menewaskan lebih dari 72.027 warga Palestina—sebagian besar perempuan dan anak-anak—serta melukai lebih dari 171.651 orang lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *