Doha, Purna Warta – Mengutip jaringan Al Jazeera, tentara rezim Israel pada Minggu malam melancarkan serangan artileri di selatan Khan Younis. Dalam serangan tersebut, tiga warga Palestina yang berada di luar area penempatan pasukan rezim Zionis Israel gugur.
Menurut sumber-sumber lokal, tentara rezim Israel memperluas wilayah yang disebut sebagai “zona kuning” di kota Bani Suhaila, di sebelah timur Khan Younis. Selain itu, pesawat tempur rezim Zionis Israel melancarkan sekitar 10 serangan udara di wilayah timur Rafah dan Khan Younis.
Di wilayah tengah Jalur Gaza, sumber-sumber pertolongan Palestina melaporkan bahwa beberapa orang terluka akibat serangan di sebelah timur Kamp Pengungsi Al-Bureij.
Sementara itu, di timur laut Kota Gaza, tentara rezim Zionis Israel melanjutkan penghancuran rumah-rumah dan fasilitas sipil di lingkungan Al-Tuffah. Pesawat tanpa awak milik tentara rezim Zionis juga menjatuhkan bom-bom peledak ke sejumlah rumah di bagian timur kota tersebut.
Lingkungan Al-Zeitoun dan Al-Shuja’iyya di Gaza timur juga menjadi sasaran serangan artileri dan tembakan oleh tentara Israel.
Rezim Zionis Israel memulai perang terhadap Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023 (15 Mehr 1402) dengan dua tujuan utama, yaitu menghancurkan Gerakan Hamas dan memulangkan para tawanan Zionis dari wilayah tersebut. Namun, rezim tersebut gagal mencapai tujuan-tujuannya dan akhirnya terpaksa menyepakati perjanjian dengan Gerakan Hamas untuk pertukaran tawanan.
Gerakan Perlawanan Islam Hamas pada Kamis, 17 Mehr 1404, melalui sebuah pernyataan resmi mengumumkan tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza dan melaksanakan pertukaran tawanan.
Tentara rezim Israel juga pada Jumat siang, 18 Mehr 1404, secara resmi mengumumkan dimulainya pelaksanaan gencatan senjata di Jalur Gaza, namun tetap melakukan berbagai upaya penghambatan terhadap pelaksanaannya.
Enam Warga Palestina Terluka di Wilayah Palestina Pendudukan
Di kota Tamra, yang terletak di wilayah Palestina pendudukan, empat warga Palestina terluka akibat tembakan tentara rezim pendudukan Israel pada Minggu malam. Sumber-sumber medis Palestina menyatakan bahwa salah satu korban mengalami luka sedang, dan seluruh korban setelah menerima perawatan awal dipindahkan ke Rumah Sakit Rambam di Haifa.
Sejak awal tahun 2026 hingga kini, dua pemuda Palestina di wilayah pendudukan telah menjadi korban kejahatan kekerasan.
Selain itu, dua warga Palestina pada Minggu malam menjadi sasaran peluru tajam tentara rezim Israel di kota Al-Ram, yang terletak di timur laut Yerusalem. Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan bahwa kedua pemuda berusia 30 dan 34 tahun tersebut mengalami luka di bagian paha dan telah dibawa ke rumah sakit.
Wilayah Al-Ram juga berulang kali menjadi lokasi penembakan oleh tentara rezim Zionis Israel terhadap para pekerja dan pemuda Palestina di dekat tembok pemisah, sebuah tindakan yang setiap hari mengancam keselamatan warga sipil.
Menurut laporan media Palestina, para pemukim Zionis pada Minggu juga menyerang kendaraan dan lahan milik warga Palestina di Tepi Barat, sehingga menyebabkan kerusakan besar.
Berdasarkan laporan tersebut, pada pagi hari yang sama, kendaraan milik warga Palestina di sekitar permukiman Hizma, di utara Yerusalem, turut menjadi sasaran serangan para pemukim Zionis.
Para pemukim Zionis juga berupaya mencuri sebuah kendaraan milik salah satu warga Palestina di kota Beita, selatan Nablus.


