Beirut, Purna Warta – Pasukan Israel telah menculik seorang pejabat senior Al-Jama’a al-Islamiyya (Kelompok Islam), sebuah partai politik Sunni di Lebanon.
Kelompok tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin bahwa Atwi Atwi diculik oleh pasukan Israel setelah mereka menggerebek rumahnya semalam di kota Habbariyeh, Lebanon selatan.
Atwi dibawa secara paksa ke lokasi yang tidak diungkapkan setelah tentara Israel menyerang keluarganya selama penggerebekan, kata kelompok itu, dan menyatakan rezim tersebut “bertanggung jawab atas segala bahaya yang mungkin menimpanya,” menurut pernyataan yang dimuat oleh media Israel.
Pernyataan itu juga menggambarkan penculikan tersebut sebagai bagian dari pelanggaran kedaulatan Lebanon yang terus berlanjut oleh Israel, dengan mengatakan bahwa penculikan tersebut bertujuan untuk mengintimidasi penduduk setempat dan menekan mereka untuk meninggalkan tanah mereka.
Kelompok Islam tersebut menyerukan kepada pemerintah Lebanon untuk menekan pihak-pihak yang memantau gencatan senjata yang sedang berlangsung agar mengamankan pembebasan Atwi dan menghentikan semua serangan Israel ke Lebanon.
Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon mulai berlaku pada akhir November 2024 untuk menghentikan bentrokan selama berbulan-bulan yang kemudian meluas menjadi serangan udara intensif di berbagai wilayah di Lebanon, termasuk ibu kota Beirut. Namun, Israel telah melanggar gencatan senjata setiap hari, melakukan serangan terhadap Lebanon, khususnya di selatan. Gencatan senjata tersebut dimediasi oleh Prancis dan Amerika Serikat.


