Al-Quds, Purna Warta – Sebuah film dokumenter yang menggambarkan kisah tragis seorang anak Palestina yang syahid tahun lalu setelah pasukan Israel menghantam mobil tempat ia bersembunyi dengan ratusan peluru tank, berhasil memukau Festival Film Venesia. Film tersebut menuai standing ovation selama 22 menit, tangis haru, serta kibaran bendera Palestina.
Baca juga: Militer Israel Akui Kegagalan dalam Serangan Besar di Gaza
Gelombang emosi itu muncul usai pemutaran perdana film dokumenter The Voice of Hind Rajab pada Rabu (3/9), sebagaimana dilaporkan berbagai media perfilman internasional.
Film dokumenter ini menampilkan berbagai rekaman audio dari suara Hind Rajab, seorang anak Palestina yang tewas di Jalur Gaza pada Januari 2024. Kisahnya berfokus pada perjuangan dirinya dan keluarganya di tengah perang genosida yang masih terus berlangsung hingga kini di wilayah pesisir tersebut.
Keluarga Rajab menjadi sasaran saat melarikan diri dari Kota Gaza dengan mobil mereka. Serangan itu menewaskan paman, bibi, dan tiga sepupu Hind. Bocah berusia lima tahun tersebut akhirnya ikut gugur setelah pasukan Israel menghantam kendaraan itu sebanyak 335 kali tembakan, meski ia adalah satu-satunya penghuni yang masih hidup di dalam, dan sebelumnya sempat berjam-jam mencoba menghubungi tim medis.
Penembakan yang begitu masif itu juga merenggut nyawa para paramedis yang akhirnya tiba di lokasi. Tim penyelamat hanya menemukan tumpukan jasad di antara reruntuhan.
Perang genosida Israel sejak Oktober 2023 hingga kini telah merenggut nyawa lebih dari 63.700 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Rezim Tel Aviv terus menolak semua kerangka perjanjian gencatan senjata, meski Hamas telah menawarkan berbagai konsesi dan mediator internasional berupaya mendorong kesepakatan. Sementara itu, hampir seluruh bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan tetap dihalangi masuk ke Gaza, memicu ratusan kematian akibat kelaparan.
Film dokumenter ini disutradarai sineas ternama asal Tunisia, Kaouther Ben Hania, dengan bintang Hollywood Joaquin Phoenix dan Rooney Mara sebagai produser eksekutif. Keduanya hadir di karpet merah sambil memegang foto Hind bersama para pembuat film.
Phoenix mengenakan pin bertuliskan “Artists for Ceasefire”, sementara aktor Motaz Malhees yang berperan dalam dokumenter tersebut mengibarkan bendera Palestina saat standing ovation berlangsung.
Para peserta juga meneriakkan yel-yel “Free Palestine” sebagai bentuk dukungan. Banyak pengamat memprediksi film ini akan menjadi kandidat kuat untuk meraih penghargaan utama Festival Film Venesia, Golden Lion.


