Surat Kabar Ibrani: Kekakuan Diplomatik di Washington; Tanda-Tandanya Terlihat dalam Pertemuan Singkat Trump dan Netanyahu

Trump Netanyahu

Al-Quds, Purna Warta – Situs “Al-Shorouk”, dalam sebuah analisis yang mengutip laporan Israel Hayom, menulis bahwa perbedaan mendalam antara kedua pihak terkait berkas nuklir dan program rudal Iran telah memengaruhi suasana politik pertemuan tersebut dan menyebabkan protokol resmi yang lazim tidak dilaksanakan.

Menurut laporan itu, Netanyahu tidak menerima penyambutan resmi di depan Gedung Putih, para jurnalis tidak diberi kesempatan mengambil gambar sebagaimana biasanya, tidak diadakan sesi tanya jawab media, serta tidak digelar konferensi pers bersama setelah perundingan. Netanyahu juga menahan diri dari memberikan pernyataan kepada media—langkah yang oleh Israel Hayom dinilai tidak lazim dan mencerminkan sensitivitas tahap yang sedang berlangsung serta adanya pembatasan tertentu.

Surat kabar berbahasa Ibrani tersebut menambahkan, “Durasi kunjungan yang singkat, kurang dari 30 jam, menunjukkan sensitifnya situasi dan sifat luar biasa pertemuan ini dalam kerangka hubungan bilateral Washington–Tel Aviv. Pemerintah Amerika Serikat tidak berminat menonjolkan isu Iran di media, dan pertemuan dilaksanakan sepenuhnya secara tertutup guna mencegah pernyataan publik apa pun terkait berkas sensitif tersebut.”

Di sisi lain, surat kabar itu mengutip sejumlah senator Amerika yang menyatakan bahwa Trump, meskipun tampak bersikap keras, mengikuti “strategi yang berhati-hati” terhadap Iran dan sejauh ini belum mengambil langkah tergesa-gesa.

Berdasarkan kutipan tersebut, Israel Hayom menegaskan bahwa “pesan-pesan ini menunjukkan bahwa setiap tindakan terhadap Iran lebih bergantung pada penentuan waktu dan taktik daripada prinsip yang pasti, dan pada tahap ini kemungkinan tercapainya kesepakatan antara kedua pihak tampak terbatas.”

Surat kabar Israel itu juga menekankan bahwa Republik Islam Iran, pada sisi lain, telah mengirimkan pesan kesiapan untuk melakukan perlawanan penuh dan mempertahankan kepentingan serta hak-haknya secara tegas, serta menegaskan penolakannya terhadap dialog mengenai isu-isu yang oleh Washington dijadikan syarat utama bagi setiap perundingan. Para analis Israel menilai bahwa keheningan media dan tampilan tenang perundingan bukanlah cerminan nyata isi pembicaraan, melainkan menunjukkan sensitivitas tahap yang sedang berlangsung dan kompleksitas perhitungan politik kedua belah pihak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *