Al-Quds, Purna Warta – Sumber Palestina menyatakan bahwa intensitas serangan pemukim terhadap warga Palestina meningkat selama Ramadhan. Dalam sebagian serangan tersebut, rumah-rumah dan kendaraan milik warga Palestina di Desa Susiya, kawasan Masafer Yatta, yang terletak di selatan Al-Khalil (Hebron), dibakar.
Pada saat yang sama, lembaga hukum Al-Bidar dalam sebuah pernyataan mengumumkan bahwa para pemukim membakar lima rumah serta sejumlah kendaraan milik warga Palestina di Desa Susiya. Serangan tersebut menyebabkan kerugian material yang besar serta menimbulkan ketakutan di kalangan anak-anak dan perempuan Palestina.
Dalam serangan itu, para pemukim juga melemparkan granat berisi gas air mata ke dalam beberapa rumah, yang mengakibatkan empat warga Palestina mengalami luka-luka.
Menurut sumber Palestina, selain menyerang para penggembala Palestina di sekitar kawasan Masafer Yatta, para pemukim juga melepaskan ternak mereka ke wilayah permukiman warga Palestina di beberapa desa lainnya.
Serangan pemukim terhadap Desa Beita di selatan Nablus juga mendapat perlawanan dari para pemuda Palestina.
Sementara itu, sepanjang Januari lalu (Dey–Bahman), tercatat 468 kasus serangan pemukim terhadap warga Palestina di Tepi Barat, termasuk pemukulan, penebangan pohon, serta penghalangan akses warga Palestina ke lahan pertanian dan rumah mereka.
Sekitar 770 ribu pemukim tinggal di ratusan permukiman Zionis di Tepi Barat. Mereka kerap melakukan serangan harian terhadap warga Palestina guna memaksa mereka meninggalkan rumah-rumahnya. Sejak perang Gaza pada Oktober 2023, tentara dan pemukim Zionis juga semakin meningkatkan serangan terhadap warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.


