Baghdad, Purna Warta – Menurut laporan Sabtu dini hari dari stasiun televisi Al-Hadath Arab Saudi, seorang pejabat keamanan Irak mengatakan bahwa seorang pria yang mengenakan rompi peledak meledakkan dirinya pada Jumat, ketika pasukan keamanan berupaya menangkapnya di wilayah barat Irak, dekat perbatasan Suriah.
Pejabat tersebut menyebutkan bahwa ledakan itu menewaskan pelaku teroris dan melukai dua personel keamanan Irak.
Pejabat keamanan Irak itu, yang meminta identitasnya tidak disebutkan, mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa operasi pengepungan dilakukan di wilayah Al-Khusaym, di daerah Al-Qaim, Provinsi Anbar, yang berbatasan langsung dengan Suriah. Berdasarkan informasi awal, tidak ada personel keamanan Irak yang tewas dalam insiden tersebut, namun dua petugas mengalami luka-luka dan telah dipindahkan ke pusat medis untuk mendapatkan perawatan.
Badan Keamanan Nasional Irak dalam sebuah pernyataan juga mengumumkan bahwa pasukannya berhasil mengepung tempat persembunyian seorang pejabat keamanan ISIS beserta dua orang pendampingnya.
Pernyataan tersebut menambahkan bahwa salah satu pendamping teroris meledakkan rompi peledaknya, yang mengakibatkan dirinya tewas.
Dalam pernyataan Badan Keamanan Nasional Irak dijelaskan bahwa tim operasional lembaga tersebut di Provinsi Anbar, berdasarkan informasi intelijen yang akurat, berhasil mengepung sebuah tempat persembunyian yang menampung seorang teroris yang disebut sebagai “penanggung jawab keamanan Anbar” serta salah satu rekannya dalam struktur kelompok teroris ISIS.
Disebutkan pula bahwa dalam jalannya operasi tersebut, dua teroris melakukan aksi bunuh diri dengan meledakkan diri mereka.
Insiden ini terjadi ketika pasukan keamanan Irak—terutama di wilayah perbatasan di bagian barat negara itu yang dalam beberapa tahun terakhir dikenal sebagai basis utama ISIS—terus melancarkan operasi berskala luas untuk memberantas sisa-sisa sel tidur kelompok teroris tersebut.
Provinsi Anbar, yang berbatasan dengan Suriah, hingga kini masih dianggap sebagai salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan keamanan tinggi di Irak.


