Sejumlah Warga Palestina Terluka dalam Serangan Terkoordinasi Pemukim di Seluruh Tepi Barat

Zionis

Al-Quds, Purna Warta – Pemukim Israel bersenjata dilaporkan melakukan serangkaian serangan baru di berbagai wilayah Tepi Barat yang diduduki, mengakibatkan sejumlah warga Palestina terluka di beberapa lokasi, menurut laporan media lokal.

Baca juga: Israel Menghapus Hambatan Hukum Utama bagi Pertumbuhan Permukiman di Tepi Barat

Berdasarkan laporan Kantor Berita Palestina, WAFA, insiden di sekitar Nablus dan Ramallah mencakup penyerangan fisik, pemblokiran jalan, serta penargetan properti warga.

Dalam insiden pertama, para pemukim menyerang sedikitnya tiga warga Palestina yang sedang bekerja di lahan mereka di kota Beit Imrin, utara Nablus, sehingga menyebabkan memar dan luka-luka. Salah satu korban luka dilarikan ke rumah sakit oleh Bulan Sabit Merah Palestina.

Dalam insiden terpisah di timur Ramallah, dua warga Palestina terluka setelah para pemukim memblokir jalan antara Desa Ramoun dan Kota Deir Dibwan, lalu menyerang mereka. Salah satu korban mengalami cedera di kepala dan memerlukan perawatan di rumah sakit. Serangan tambahan juga dilaporkan terjadi di Kota Qusra, selatan Nablus.

Sumber-sumber lokal turut melaporkan serangan di Lembah Yordan bagian utara dan di sekitar Desa al-Mughayyir, di mana para pemukim menargetkan gua-gua serta kawasan pertanian.

Secara terpisah, tentara Israel menyatakan telah menembak seorang tahanan Palestina di dalam sebuah pangkalan militer di Lembah Yordan dengan dalih bahwa yang bersangkutan menyerang seorang prajurit. Media Israel melaporkan bahwa pria berusia sekitar 50-an tahun itu ditangkap di perlintasan Jembatan Allenby sehari sebelumnya dan dipindahkan ke fasilitas militer, di mana ia ditembak di bagian lutut hingga mengalami luka-luka.

Pasukan Israel juga melakukan penggerebekan di sejumlah kota dan kamp pengungsi, menembakkan gas air mata serta menggerebek rumah-rumah di al-Bireh, Kamp Amari, Lubban bagian timur, al-Mughayyir, dan Kafr Aqab. Di Azzun, timur Qalqilya, para tentara menyita sebuah rumah dan mengubahnya menjadi pos militer.

Di Yatta, selatan al-Khalil, dua warga Palestina ditahan, termasuk seorang ketua dewan lokal dan seorang warga yang menghadapi pemukim yang menggembalakan ternak di dekat rumahnya. Beberapa kendaraan juga disita, dan warga diinterogasi dalam penggeledahan tambahan di berbagai wilayah.

Baca juga: Akademisi Swiss Serukan Penghentian Perjanjian Riset dengan Israel atas Dugaan Genosida di Gaza

Pemukim yang dikawal pasukan Israel telah melakukan ratusan serangan terhadap warga Palestina dan properti mereka dalam beberapa bulan terakhir, dengan menargetkan lahan pertanian, jalan, dan rumah-rumah.

Insiden-insiden ini terjadi di tengah meningkatnya operasi militer Israel di Tepi Barat sejak dimulainya perang genosida rezim Tel Aviv di Gaza pada Oktober 2023, yang mencakup pembunuhan, penangkapan, pengusiran, dan perluasan permukiman.

Sedikitnya 1.112 warga Palestina telah tewas, sekitar 11.500 lainnya terluka, dan lebih dari 21.000 orang ditahan selama periode tersebut.

Media Drop Site News dalam laporan pada hari Sabtu mengungkapkan bahwa sejak dimulainya perang Israel di Gaza pada 7 Oktober 2023, diperkirakan 10.000 warga Palestina telah mengungsi di dalam wilayah Tepi Barat yang diduduki, dengan seluruh desa dibongkar dan dihapuskan.

Pada Juli 2024, Mahkamah Internasional (International Court of Justice/ICJ) memutuskan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina adalah ilegal dan menyerukan evakuasi permukiman di Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur—sebuah putusan yang hingga kini belum dilaksanakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *