Gaza, Purna Warta – Dalam sebuah pernyataan, Hamas menegaskan bahwa laporan media Zionis mengenai langkah rezim tersebut untuk mencabut izin puluhan organisasi bantuan internasional di Gaza dan Tepi Barat merupakan eskalasi yang sangat berbahaya.
Menurut kantor berita Shehab, dalam pernyataan tersebut Hamas menyatakan bahwa tindakan rezim Zionis ini merupakan penghinaan terang-terangan terhadap komunitas internasional dan lembaga-lembaga kemanusiaan, dalam rangka upaya rezim tersebut mempolitisasi aktivitas bantuan dan mengubahnya menjadi alat pemerasan terhadap rakyat Palestina, khususnya warga Gaza yang tengah menderita bencana kemanusiaan akibat agresi rezim pendudukan.
Gerakan Hamas menambahkan bahwa pihaknya menyerukan kepada masyarakat internasional, khususnya PBB serta lembaga-lembaga hukum dan kemanusiaan internasional, untuk segera mengambil langkah-langkah yang efektif guna mengecam tindakan kriminal tersebut, serta memberikan tekanan kepada kabinet pendudukan dan penjahat perang Benjamin Netanyahu agar menghentikan kebijakan ini. Hamas juga meminta agar tidak dibiarkan Netanyahu secara terang-terangan melanggar hukum internasional dengan menjadikan bantuan kemanusiaan sebagai senjata untuk membuat rakyat Palestina kelaparan dan memperpanjang penderitaan mereka.
Baru-baru ini, rezim Zionis mengumumkan akan mencabut izin 37 organisasi internasional yang aktif di Gaza dan Tepi Barat. Rezim tersebut memulai langkah ini dengan dalih bahwa organisasi-organisasi tersebut tidak menyelesaikan prosedur hukum pendaftaran izin.
Surat kabar Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa langkah-langkah tersebut akan dilaksanakan oleh sebuah komite kementerian di rezim Zionis.
Menurut laporan itu, rezim Zionis telah mengirimkan peringatan resmi kepada lebih dari 10 organisasi internasional dan menyatakan bahwa izin mereka akan dicabut mulai awal Januari 2026 (pertengahan bulan Dey 1405 kalender Persia), dan mereka diwajibkan menghentikan seluruh aktivitasnya paling lambat Maret (Esfand) pada tahun yang sama.
Sumber-sumber media menyebutkan bahwa organisasi Dokter Lintas Batas (Médecins Sans Frontières) termasuk di antara organisasi yang telah menerima peringatan dari rezim Zionis.
Rezim Zionis juga meminta organisasi-organisasi tersebut untuk menyerahkan daftar karyawan Palestina mereka dengan alasan akan dilakukan langkah-langkah keamanan terkait hal tersebut.


